Pesma KH Mas Mansur Ikuti Pemeringkatan Rusun Tahun 2012

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 23 Juli 2012 22:04 WIB

 

Surakarta - Tahun ini, untuk yang pertama kalinya, kompleks rusunawa Pesantren Mahasiswa (Pesma) Internasional KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Pemeringkatan Penyelenggara Pembangunan Rumah Susun tahun 2012 kategori rusunawa mahasiswa. Kegiatan pemeringkatan ini dilaksanakan oleh Kementrian Perumahan Rakyat Deputi Bidang Perumahan Formal.

Pada Kamis (28/06) yang lalu, Wakil Direktur Pesma KH. Mas Mansur, Wijiyanto, mengatakan bahwa pemeringkatan ini diselenggarakan dalam rangka menjalankan Fungsi Pembinaan Kepada Penyelenggara Perumahan dan Pemukiman. Dalam kegiatan pemeringkatan ini, akan diberikan sebuah penghargaan Adiupaya Puritama Bidang Perumahan dan Pemukiman. Penyerahannya akan dilakukan di puncak acara Peringatan Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) yaitu pada (25/8).

Terdapat lima puluh dua rusunawa mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, Wijiyanto mengatakan tidak seluruhnya mengikuti kegiatan ini. Adapun kriteria seleksi awal untuk mengikuti pemeringkatan ini. Kriteria tersebut diantaranya telah terbentuk Badan Pengelola (Pengelola Pesma) dan minimal telah berpenghuni minimal 80%.

Aspek-aspek penilaian yang akan dikompetisikan Pesma Internasional KH. Mas Mansur dengan rusunawa mahasiswa lain. Aspek-aspek tersebut adalah kelembagaan. Dalam aspek ini, yang dinilai adalah pengaturan organisasi yang mencakup sumber daya manusia, tata kerja, dan tata laksana organisasi. Kemudian akan di nilai dari aspek operasional dan pengelolaan penghunian rusunawa. Dalam aspek ini yang menjadi poin penting adalah pemasaran penghunian, optimalisasi hunian, target sasaran penghuni, penanganan konflik antar penghuni, tata tertib penghuni, dan pembinaan terhadap penghuni.

Selain itu juga akan dinilai dari aspek pemanfaatan sewa rusunawa dan aspek pemeliharaan dan perawatan. Untuk aspek pemanfaatan, yang akan dinilai adalah administrasi atau manajemen keuangan sedangkan dari aspek pemeliharaan dan perawatan yang akan dinilai adalah keandalan bangunan, penanganan kebakaran, penanganan bencana alam dan pemeliharaan serta perawatan bangunan.

Yang terakhir adalah aspek pembinaan, pengawasan, dan pengendalian serta visualisasi. Dalam aspek ini yang akan dinilai adalah Wasdal dari pemerintah pusat dan daerah. Untuk visualisasi yaitu berupa foto fisik bangunan dan prasarana, sarana serta video kegiatan penghunian. Wijiyanto menegaskan, bahwa pihaknya optimis akan memperoleh penghargaan Adiupaya Puritama. “Dari kami sangat optimis bisa menang”, tandasnya.

 

Shared:
Shared:
1