Pancasila sebagai Pandangan Hidup dalam Bernegara

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 03 Agustus 2018 16:19 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG -- Pancasila yang notabennya sebagai dasar negara belum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, dalam Seminar Kebangsaan Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertempat di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Gatot mengatakan bahwa kedepannya Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana anak muda akan lebih banyak.

"Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2020 dengan penduduk muda kurang lebih 160 juta hingga 200 juta. Pada kondisi tersebut, Indonesia punya potensi untuk mengoptimalkan kapasitasnya untuk menjadi lima besar penguasa ekonomi dunia," kata Gatot,  Jumat (3/8).

Untuk bisa menjadi penguasa ekonomi dunia,  Gatot mengungkapkan hanya ada satu kunci yakni dengan mengembalikan pancasila sebagai ideologi negara yang menjadikan pandangan hidup dalam bernegara. 

Menurut Gatot, membangun Indonesia berdasarkan pancasila bisa dimulai dengan membangun sumber daya manusia yang unggul, mengelola sumber daya alam dengan bijak dan profesional, memperbanyak lapangan kerja untuk rakyat bukan tenaga kerja asing, memperbanyak sarjana dan profesional wanita.

"Kedepannya tentu saya berharap kita kalahkan ego kita untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia maju kedepan," ujarnya.

Selain itu, Gatot meyakini IMM didirikan memang bermaksud memelihara martabat dan kejayaan bangsa serta menegakkan agama islam dengan mengamalkan ilmu dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat sehingga dapat membantu tegaknya Pancasila di Indonesia. (Syifa)

Shared:
Shared:
1