Menjadikan Pancasila sebagai Jalan Tengah Membangun Peradaban

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 03 Agustus 2018 13:14 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG -- Pancasila merupakan dasar negara yang merupakan bentuk kritalisasi nilai-nilai agama terutama Islam. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015, Din Syamsudin dalam Seminar Pancasila di Muktamar IMM ke XVIII, Jumat (3/8).

Dikarenakan nilai-nilai Pancasila tersebut terbentuk dari nilai-nilai Islam, maka sudah seharusnya umat Islam menjalankan konsep Pancasila.

"Dalam moment pertemuan pemuka-pemuka agama, seluruh pemuka agama sepakat bahwa pancasila sejatinya adalah intisari dari ajaran Islam," jelas Din di Basement Dome UMM.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban ini juga menyampaikan bahwa antara agama dan Pancasila memang dua hal yang berbeda. Agama buatan Tuhan, sedangkan pancasila buatan manusia. Meskipun secara keduanya bertentangan, namun keduanya memiliki subtansi yang sama.

“Perdamaian akan terjadi jika Indonesia sudah kembali ke pancasila. Maka dari itu, seharusnya setiap bangsa Indonesia khususnya warga Muhammadiyah dan kadernya turut melakukan pendapat aktif terkait pancasila itu sendiri. Pendapat aktif itu berarti seluruh elemen masyarakat turut aktif mempraktekkan pancasila bahkan pada tingkatan yang paling bawah," ujar Din.

Din mengatakan hingga saat ini kondisi perekonomian bangsa sangat tidak stabil. "Kondisi ekonomi dan kesejahteraan bangsa sangat jauh dari pancasila sila ke 4 dan ke 5. Jika praktek pemimpin Indonesia masih saja 'jauh api dari panggang' maka jangan harap kondisi perekonomian di Indonesia akan stabil," tegasnya.

Setidaknya ada beberapa hal inti dari Pancasila diantaranya yaitu siap hidup berdampingan secara damai, bekerjasama untuk membangun kehidupan bersama, serta menjadikan pancasila sebagai jalan tengah (middle path) yang tidak terjebak ektremitas kanan atau kiri.

“Jalan tengah merupakan solusi peradaban dunia. Pancasila menjadikan jalan tengah sebagai solusi dalam konflik-konflik yang terjadi. Hal tersebut juga dipaparkan alam Al Quran,” tegasnya lagi.

Kader IMM sebagai pelopor dan pelangsung khususnya di kalangan pemuda harus bisa memasifkan gerakan pancasila tersebut pada sendi-sendi kegiatan bahkan sampai ke akar rumput.

"Mengisi pancasila merupakan suatu moment dalam berfastabiqul khoirat yang mana kader IMM bisa menggunakan nilai-nilai etika Islam untuk menggiatkan pancasila dalam prakteknya," pungkasnya. (Syifa)

Sumber : Djalil

Shared:
Shared:
1