Tokoh Muhammadiyah dan Lintas Agama Mengenang Moeslim Abdurrahman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 13 Juli 2012 15:46 WIB

Jakarta Tokoh-tokoh Muhammadiyah dan tokoh lintas agama mengenang perjalanan hidup Moeslim Abdurrahman. Moeslim dikenal sebagai tokoh yang multikultural dan gemar bercanda.

"Bung Moeslim itu selisihnya 12 tahun sama saya. Orangnya itu multikultural. Dia itu orangnya penghibur tapi ada substansinya, dia itu orangnya suka bercanda. Banyak kenangan saya dengan Bung Moeslim," kata Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, saat memberikan testimoni di acara "Mengenang Kang Moeslim" di Kantor PP Muhammadiyah Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012).

Hadir dalam acara ini tokoh Muhammadiyah dari banyak generasi seperti Buya Syafii Maarif, Ahmad Suaidi, Darin Nugroho, Wakil Ketua MPR Hadjrianto Tohari, Munir Pohan. Hadir juga Ulil Abshar Abdalla juga tokoh lintas agama seperti Romo Franc Magnis, dan Mudji Sutrisno.

Dalam acara ini masing-masing tokoh memberikan testimoninya. Hampir semua tokoh menceritakan kisah menarik mereka dengan cendekiawan muslim Moeslim Abdurahman.

"Gus Dur, Cak Nur, dan Kang Muslim, menurut saya ketiganya orang yang hebat. Cak Nur, dia gemar membaca dan banyak mengutip Alquran. Kang Moeslim sangat dekat dengan Gus Dur. Saya menyukai Kang Moeslim karena orangnya paham demokrasi prosedural," ungkap Ulil.

Tokoh Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua MPR Hadjrianto Tohari menceritakan kenangannya bersama Moeslim Abdurrahman. Hadjri mengungkapkan keseharian Moeslim yang kerap melontarkan ide-ide brilian.

"Dia sudah menjabat Wakil Sekretaris tapi belum pernah menandatangani surat apapun. Bahkan ketika rapat di Muhammadiyah pun meja Mas Moeslim itu bersih sekali, kalau dia banyak bicara sedikit bekerja, Mas Moeslim itu tipikal orang yang berbicara banyak dan sedikit bekerja, tidak sesuai dengan orang Muhammadiyah yang sedikit bicara banyak bekerja," canda Hadjrianto disambut tawa seisi ruangan.

Acara mengenang Moeslim Abdurrahman berlangsung sejak pukul 19.30 WIB dan baru berakhir menjelang pukul 23.00. Saat ini para hadirin mulai meninggalkan gedung PP Muhammadiyah.

Moeslim meninggal dunia pada Jumat (6/7) malam di RSCM. Almarhum dirawat karena menderita sakit jantung sejak Rabu (4/6). Mendiang dimakamkan di San Diego Hills.
(edo/van)

Sumber Berita: Detikcom

Shared:
Shared:
1