Muhammadiyah Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan Pendidikan Nasional

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 12 Juli 2012 23:53 WIB

Yogyakarta – Ajang Olimpiade Nasional Perguruan Muhammadiyah se Indonesia menggelar Stadium General di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kampus 1 hari ini Kamis, (12/7/2012), bertemakan “Membangun sinergi, mewujudkan visi misi melalui kompetisi untuk mewujudkan bangsa yang beradab”. Seminar ini di awali dengan stadium general bersama Dirjen Dikdasmen dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Suyanto, Ph.D.

Dalam judul penyampaiannya “Peluang dan Tantangan Masa Depan Pendidikan Muhammadiyah” di hadapan puluhan guru, aktifis dan pimpinan perguruan Muhammadiyah, Suyanto menyampaikan, bahwa banyak sekali permasalahan pendidikan Muhammadiyah saat ini diharapkan menjadi sebuah refleksi bersama, masalah-masalah itu diantaranya adalah “kualitas dalam komparabilitas artinya bahwa kualitas pendidikan Muhammadiyah, kurang mampu bersaing dalam ajang Olimpiade Nasional, Ujian Nasional, dsb. dengan sekolah-sekolah negeri maupun swasta lainnya.  Kedua, relevansi dengan jenjang berikutnya, banyak SD Muhammadiyah dengan kualitas yang bagus, namun tidak disupport dengan kualitas SMP dan SMA yang kualitas bagusnya sama. Ketiga, Sumber daya manusia (pendidik dan tenaga kependidikan) yang kurang di kader diberi pelatihan, sehingga tidak memahami seluk beluk pendidikan di Muhammadiyah, keempat, masalah Infrastruktur, Pendanaan di sekolah Muhammadiyah harus bisa menyubsidi siswa siswa Miskin dengan system silang, sudah banyak sekolah-sekolah RSBI Muhammadiyah itu yang seharusnya bisa menyubsidi siswa-siswa kurang mampu,” ujarnya.

Terakhir, Suyanto menampilkan peringkat siswa menengah Muhammadiyah dalam Ujian Nasional tahun 2010/2011, dalam makalahnya disampaikan bahwa SMP Muhammadiyah 25 Boarding School Lamongan menduduki peringkat ke 6 nasional, dan SMP Muhammadiyah Tolanghula Gorontalo, mendapat peringkat ke 7 nasional, kemudian SMA Plus Muhammadiyah Amanah Tasikmalaya menduduki peringkat ke 5 Nasional. “SMP – SMA Muhammadiyah ini masih cukup jauh peringkatnya dengan SMP dan  SMA Swasta non-Muhammadiyah dalam peringkat tinggi di Ujian Nasional, ini harus segera didongkrak dengan sistem pembelajaran yang terpadu dan baik,” tutup mantan guru Muhammadiyah di Magetan  dan anggota Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) PP Muhammadiyah ini. (dzar)

Shared:
Shared:
1