UHAMKA Buka Peran Media Asing Melalui Seminar Komunikasi Internasional

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 28 Juni 2012 10:26 WIB

 

Jakarta- Indonesia selalu menjadi daya tarik para wartawan dan media asing. Hampir semua media massa asing menempatkan korespondennya (jurnalisnya) untuk meliput berbagai kejadian dan peristiwa yang terjadi di tanah air. Guna mengungkap peran dan kontribusi wartawan dan media asing di tanah air, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UHAMKA menggelar Seminar Komunikasi Internasional yang bertajuk “Kontribusi Wartawan dan Media Asing dalam Pemberitaan tentang Indonesia di Mata Dunia, di Auditorium UHAMKA Limau, Jakarta, pada 6 Juni 2012.
 
 
Menurut Dekan FISIP UHAMKA, Dr. Sri Mustika, M.Si kegiatan seminar ini merupakan seminar internasional dengan menghadirkan para wartawan asing yang meliput dan menulis peristiwa yang terjadi di Indonesia, seperti  Zakir Hussain, kepala biro The Straits Times, Singapura;  Jean Baptise Chauvin, jurnalis of France 24, TV 5 dan Radio Canada; Dalton Tanonaka, co-anchor Metro TV, New “Indonesia Now”; dan Sohaib Ali Jassim, kepala biro Al Jazeera Network. “Diharapkan dengan seminar yang digelar dalam rangka HUT ke-14 FISIP UHAMKA ini kita dapat mengetahui kontribusi dan peran wartawan dan media asing yang memberitakan berbagai peristiwa di Indonesia,”ujar Sri Mustika saat memberikan sambutan.
 
 
Dalam sesi diskusi, Zakir Hussain mengakui bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki wilayah yang luas dan berpenduduk besar serta beragam budaya dan agama  memiliki daya tarik bagi wartawan asing untuk meliput dan menuliskannya. The Straits Times yang berbasis di Singapura, menurut  Zakir Hussain kerap kali menuliskan berbagai berita yang terjadi di Indonesia, baik yang bernilai positif maupun kurang positif. Umumnya, media ini banyak menulis tentang pertumbuhan ekonomi, perkembangan politik dan berita human interest. “Berita mengenai Indonesia ini bertujuan memberikan informasi pada pembaca The Straits Times mengenai perkembangan terkini, serta informasi tempat wisata, kuliner dan budaya serta berita-berita yang menarik perhatian lucu pembaca ,”ujarnya.
 
 
Hal senada juga dikatakan Jean Baptise Chauvin. Menurut jurnalis asal Perancis itu meski Indonesia kurang begitu dikenal publik Eropa,  ternyata Indonesia memiliki beragam peristiwa dan kejadian yang menarik untuk ditulis. Misalnya, lanjut Jean adalah  batalnya konser Lady Gaga yang ditentang oleh kalangan umat Islam. Kegagalan tampilnya Lady Gaga ini ternyata menarik media massa asing untuk memberitakannya sebagai bentuk ketidaktoleran umat Islam Indonesia. Hal lainnya yang menarik media asing memberitakan Indonesia menurut Jean adalah soal pendidikan yang makin mahal, pemilihan kepemimpinan lewat pemilu/pemilukada, soal intoleransi agama, dan kasus korupsi yang makin menggila. Oleh karenanya Jean berharap, media massa Indonesia aktif menjelaskan permasalahan yang dihadapi Indonesia agar tampilan buruk yang disiarkan media asing dapat dieleminir.
 
 
Rektor UHAMKA, Prof Dr H Suyatno, M.Pd berharap seminar tentang kontribusi wartawan dan media asing yang digelar FISIP dapat memberikan informasi yang obyektif mengenai kondisi Indonesia yang ditulis oleh wartawan dan media asing. Media massa Indonesia diharapkan dapat mencounter berita-berita yang kurang baik tentang Indonesia. 
Shared:
Shared:
1