MLH PP Muhammadiyah Selenggarakan Refleksi Akhir Tahun Kondisi Lingkungan Hidup Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 24 Desember 2017 09:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Bekerjasama dengan Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (PERWAKU), Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhamadiyah  mengadakan refleksi Akhir Tahun mengenai Lingkungan Hidup di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Menteng Raya pada Sabtu (23/12).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PP  Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari, tokoh-tokoh Perwaku seperti Emil Salim, Hasroel Thayyeb, Ketua MLH PP Muhammadiyah Muhjidin Mawardi, tokoh dari KLHK, Komisi VII DPR RI, WALHI, penggiat Lingkungan berbasis Kampus Emil Budianto, beberapa jaringan MLH PP Muhammadiyah dari berbagai provinsi serta rekan-rekan NGO.

Refleksi akhir tahun tersebut diadakan dalam rangka menanggapi adanya perubahan iklim di seluruh dunia yang cukup ekstrem sehingga mengakibatkan sejumlah bencana alam, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu Perwaku dan MLH PP Muhammadiyah menghimbau agar pemerintah lebih meningkatkan kewaspadaan dan penanganan terhadap bencana alamdan manajemen bencana alam.

Selain itu refleksi tersebut memandang bahwa maraknya pembangunan yang bersilangan terhadap lingkungan sebaiknya melalui Kajian Lingkungan Hidup stratejik sehingga memperkecil dampak kerusakan lingkungan sebab masih banyak ditemukannya silang kepentingan antara pembangunan dan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) di beberapa tempat yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, konflik sosial dan menyisakan persoalan hukum.

Terkait kasus lingkungan hidup, MLH dan Perwaku juga menyoroti masalah penegakan hukum yang hendaknya benar-benar berlandaskan pada penyelamatan lingkungan dan keadilan bukan pada kepentingan koorporasi.

“Untuk itu diperlukan penegak hukum yang paham mengenai Lingkungan secara mendalam dan menyeluruh. MLH juga memandang bahwa penyelesaian konflik sosial yang berujung pada 'kriminalisasi' masyarakatlokal harus segera dihentikan dan diupayakan mencari solusi terbaik,” ucap Mawardi.

Refleksi akhir tahun tersebut memandang bahwa segala bentuk pengelolaan Sumber Daya Alam oleh koorporasi yang tidak memberikan dampak perekonomian negara  harus segera dibekukan dan dicabut izin usahanya. Selain itu sebagai penutup acara,  Prof. Dr. Emil salim dinobatkan sebagai “Bapak Lingkungan Indonesia.” (afandi)

Shared:
Shared:
1