Tidak Terlibat Politik Kekuasaan, Muhammadiyah Tidak Akan Mengajukan Capres

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 25 Juni 2012 18:54 WIB

 

Bandung- Muhammadiyah tidak terlibat politik kekuasaan, tetapi Muhammadiyah terlibat politik cultural dan yang dilakukan Muhammadiyah adalah reformasi kultural, maka Muhammadiyah tidak dalam posisi mendukung calon, atau mencalonkan seseorang untuk menjadi calon presiden republic Indonesia.

Demikian disampaikan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai calon presiden Muhammadiyah, pada konferensi pers seusai penutupan Tanwir Muhammadiyah di Bandung, Ahad (24/06/2012). Din menjelaskan Muhammadiyah sebagai kekuatan civil society adalah bagian dari gerakan masyarakat, serta gerakan budaya, sehingga yang dilakukan Muhammadiyah lebih pada reformasi melalui budaya. Lebih dari itu Din Syamsuddin menyampaikan, tetapi seandainya Muhammadiyah diminta untuk memberikan kadernya sebagai pemimpin bangsa, maka Muhammadiyah memiliki cukup banyak kader yang mumpuni. Muhammadiyah selama ini menurut Din Syamsuddin lebih banyak memberikan saran moral dan tidak akan pernah terlibat politik praktis.

Lebih lanjut menurut Din Syamsuddin, Muhammadiyah saat ini cukup prihatin dengan gejolak masalah bangsa yang belum terselesaikan tuntas sampai saat ini, termasuk masalah ekonomi, dan salah satu faktor krusial penyebabnya adalah kepemimpinan bangsa. “Pemimpin sering tidak hadir, galau dalam mengambil keputusan, dan malah terindikasi koruptif,” tegasnya. Salah satu hasil dari Tanwir Muhammadiyah Bandung adalah rekomendasi kriteria pemimpin bangsa, yang nantinya dapat menjadi pedoman dalam memilih calon pemimpin. Berikut download hasil lengkap Pokok Pikiran Tanwir Muhammadiyah 2012; Untuk Pencerahan dan Solusi Permasalahan Bangsa yang terdapat penjelasan 7 kriteria pempimpin bangsa di dalamnya. Klik download (mac)

Shared:
Shared:
1