Tanwir Muhammadiyah di Bandung Resmi Ditutup

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 24 Juni 2012 13:06 WIB

Yogyakarta- Tanwir Muhammadiyah pertama setelah Mukatamar tahun 2010 dengan tema Gerakan Pencerahan Solusi Untuk Bangsa yang dilaksanakan di hotel Horison Bandung 21-24 Juni 2012, resmi ditutup oleh ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ahad (24/06/2012).

 

Menurut Din Syamsuddin dalam sambutannya memberikan catata bagi seluruh warga Muhammadiyah ditingkatan struktur, untuk selalu menjaga kekompakan dan tetap beristiqomah demi kemujan dan tujuan Muhammadiyah ke depan. “Marilah kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan diantara kita, karena tanpa kekompakan Muhammadiyah akan menjadi Failed Organization , dan gagal karena perpecahan akan mengurangi kekuatan, kewibawaan, dan pengaruh kita di masyarakat,” tegasnya. Din menambahkan, dengan semakin beratnya tantangan jaman, dan gempuran liberalisasi,     maka kader-kader Muhammadiyah harus tetap kokoh memegang jatidiri Muhammadiyah. “Saya bersedih, kalau Muhammadiyah tidak mampu menghadang tantangan jaman, seperti gempuran liberalisasi, politik pragtis, politik uang, dan lain-lain, yang pada akhirnya menggadaikan dirinya sebagai pejuang-pejuang Muhammadiyah,” ungkapnya.

 

Momen Kemandirian

Tanwir muhammadiyah di Bandung menurut Din Syamsuddin, adalah momen untuk mengembangkan kemandirian dan segala potensi Muhammadiyah.  “Menyatukan seluruh potensi dan kekuatan yang berserak di Muhammadiyah, dan akan menjadi kekuatan dahsyat,” tegasnya. Sementara itu ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengungkapkan, saat ini perputaran keungan Muhammadiyah di bank-bank syariah yang menjadi kerjasamanya ditaksir mencapai 15 Triliun, dan masih dapat dimaksimalkan hingga mencapai 20 Triliun, dan hal tersebut masih  ditambah potensi iuran anggota Muhammadiyah yang mencapai 268 Miliyar.

Shared:
Shared:
1