Religion for Peace – Asia Interfaith Peace Camp 2017 Soroti Isu Kemanusiaan dan Pemanasan Global

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 14 Desember 2017 15:14 WIB

JAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Terkait dengan isu pemanasan global, dalam pidato pembukaan acara Religion for Peace – Asia Interfaith Peace Camp 2017 (RfP-AIPC) di Istana Wakil Presiden, Rabu (13/12) Presiden (moderator) RfP-AIPC yang sekaligus Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti isu kemanusiaan sebagai fokus utama.

Permasalahan pemanasan global menurutnya sangat terkait tidak hanya dengan permasalahan geologi dan klimatologi semata, tetapi juga permasalahan sosial dan politik, terutama masalah-masalah kemanusiaan.

Oleh karena itulah Dahnil menyampaikan bahwa agenda antarumat beragama RfP-AIPC ini sangat diperlukan dan strategis, sebab di dalamnya dilakukan dialog mendalam dan penanaman nilai-nilai keindonesiaan yang terbukti ampuh dalam menyatukan bermacam latar belakang perbedaan untuk tujuan yang sama.

Sebelumnya pada Selasa, (12/12) Dahnil menyatakan bahwa pengaruh pemanasan global dapat dilihat pada konstelasi politik terbaru. Dunia terasa panas bukan hanya karena perubahan iklim tetapi juga politik.

Krisis air yang berakibat pada perubahan peta politik lazim terjadi, pun demikian konflik politik juga terjadi karena minimnya dialog dan kemauan untuk tafahum, atau saling memahami antar perbedaan latar belakang.

Agenda RfP-AIPC ini berfokus pada masyarakat Asia agar kemudian dapat berjalan bersama menuju tujuan yang lebih besar dan lebih maslahat dengan meninggalkan perdebatan mengenai perbedaan yang ada. “Karena kita adalah sama-sama manusia dan kita hidup di bumi yang sama, maka merawat kehidupan di dalamnya adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Di hadapan Jusuf Kalla dan Din Syamsuddin, Dahnil juga menegaskan bahwa sebagai representasi Pemuda Muhammadiyah, ia menyatakan sikap bahwa Pemuda Muhammadiyah mendukung segala upaya maksimal yang dilakukan untuk mempertahankan dan menjaga Yerusalem sebagai kota bagi tiga agama berbeda.

Tidak ada yang boleh mengklaim secara sepihak bahwa Yerusalem adalah tanahnya. Kemerdekaan Palestina adalah komitmen Indonesia sejak dahulu, sebab Indonesia tegas melawan kolonialisme dan mendukung penuh Hak Asasi Manusia. (afandi)

Shared:
Shared:
1