Membangun Nalar Kritis Masyarakat Melalui Gerakan Literasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 11 Desember 2017 15:24 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA – Masyarakat saat ini dihadapkan oleh permasalahan budaya literasi yang pelik, banyak masyarakat yang menganggap bahwa membaca buku itu penting, namun memiliki daya nalar kritis setelah membaca buku dan kemudian bermanfaat untuk sekitarnya jauh lebih penting.

Hal itu disampaikan Machhendra Setya Atmaja Staff Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dalam acara Kopdarnas Penggiat Literasi yang digelar Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar pada tanggal 8 hingga 9 Desember 2017 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

 “Membaca buku dan menyebarluaskan buku itu mudah, namun yang sulit adalah menggerakkan masyarakat agar memiliki daya nalar kritis terhadap buku yang dibacanya itulah yang sulit,” ucap Machhendra pada Sabtu (9/12).

Terkadang esensi dalam gerakan literasi bukanlah tetang membaca buku, namun tentang respon dan aksi setelah membaca buku.“Point pentingnya bukan terletak pada membaca bukunya, tetapi interaksi yang terjadi di dalamnya, bagaimana masyarakat bercerita dan memberikan respon tentang buku yang dibacanya, terkadang itulah yang jauh lebih penting,” jelas Machhendra.

Machhendra dalam kesempatan itu mengatakan bahwa para penggerak literasi adalah pihak yang bisa menjadi pencerah yang sesungguhnya, jika dibandingkan dengan buku sebagai pencerah peradaban.

“Karena para penggerak literasi inilah yang akan berjuang dalam gerakan secara langsung di dalam masyarakat,” tegas Machhendra.

Para aktifis dan penggerak literasi menurut Machhendra merupakan ujung tombak pencerahan literasi bagi masyarakat, dan diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan budaya literasi yang baik di Indonesia.

“Melalui forum ini nantinya diharapkan dapat menemukan rekomendasi yang bisa disinergikan dengan program pemerintah terkait literasi. Dan pemerintah siap memfasilitasi para penggerak literasi dalam menjalankan aksinya,” pungkas Machhendra. (lukman)

Shared:
Shared:
1