Din: Indonesia Sedang Mengalami Deviasi Distorsi dan Disorientasi terhadap UUD 45

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 04 Desember 2017 10:55 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meresmikan masjid Hj Sudalmiyah Rais bertempat di komplek gedung UMS, Ahad (3/12).

 

Kegiatan tersebut diringkas dengan tabligh akbar yang dihadiri oleh segenap keluarga besar Ibu Sudalmiyah Rais diantaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1995-2000 Amien Rais, Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais,  Rozak Rais dan sanak keluarga lainnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir juga Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 Din Syamsuddin, dan juga Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas.

Dalam sambutannya Din menyampaikan kekagumannya terhadap Masjid Sudalmiyah Rais ini. Din berharap kedepannya masjid ini dapat menjadi pusat peribadatan dan sekaligus sebagai pencerahan umat Islam dan bangsa.

Terlepas dari hal itu, Din juga mengatakan bahwa negara Indonesia sedang mengalami deviasi, distorsi, dan disorientasi menyimpang dan menyeleweng dari UUD 45.

 "Yang lebih bahaya lagi adanya penggelepan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menggelapkan, sedangkan Muhammadiyah selama ini sedang berusaha mencerahkan," ujar Din. 

Hal tersebut menurutnya tinggal bagaimana umat Islam dan Muhammadiyah menghadapinya karena kondisi tersebut membuat ummat Islam menjadi tertuduh,  terpuruk, dan tertekan. "Pesan saya ada dua hal,  kita janganlah bersikap inferior, bersikap tertutup,  dan kehilangan kepercayaan diri,  janganlah gamang gusar dan yakin Al-Islam akan memberi jalan, " jelasnya.

Namun, lanjut dia,  hal itu saja tidak cukup. Untuk menghadapi banteng perlawanan itu kita perlu menggunakan strategi, tidak hanya sekedar berteriak saja. Maka kita perlu siapkan strateginya menghadapi kegelapan itu.

Din menjelaskan Muhammadiyah harus lebih peka terhadap kasus pendustaan agama. Menurutnya, memang Al-Islam, Al-Quran,  dan Nabi Muhammad SAW tidak akan terkurangi nilainya meski sebanyak apapun penistanya namun, kita harus tetap bergerak.

Ia juga berpesan agar umat Islam terus bersikap baik dan menyuarakan kebenaran karena itu adalah hal yang sah,  baik,  dan bersifat komplementer. "Maka masuklah dalam kekuasaan politik lewat cara dan pintu-pintu yang berbeda," tutupnya. (Syifa)

 

Shared:
Shared:
1