Muhammadiyah Serukan Dakwah dengan Menolong Para Korban Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 02 Desember 2017 14:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LUWUK -- Indonesia sangat subur dan pada waktu bersamaan sangat banyak potensi bencananya. Namun masyarakat Indonesia harus mensyukuri semua itu sebagai potensi untuk berbuat baik kepada masyarakat seluruh Indonesia. Menolong korban bencana adalah menolong orang yang menderita dan ini pahalanya luar biasa. 

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti di acara Deklarasi dan Pelantikan Pengurus Rayon 7 Sulawesi SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia yang diselenggarakan di Gedung KH. A. Dahlan Universitas Muhammadiyah Luwuk Sulawesi Tengah pada Kamis (30/11).

Dalam struktur organisasi Nasionall SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, Rayon adalah sebutan untuk pengurus cabang. Sesuai SK majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, ada 9 rayon SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua. Rayon 7 yang meliputi Mapala PTM di Sulawesi merupakan Pengurus Rayon perdana yang dilantik.

“Hanya orang  terpanggil yang berani bertindak saat orang lain takut karena bencana . Yang lain justru bersembunyi atau menunggu pertolongan. Karena itu, Jadikanlah bencana sebagai teman setia sebab kita bisa dapat pahala di balik bencana,” ujar Sayuti.

Lebih lanjut Sayuti mengatakan bahwa Muhammadiyah melalui Muktamar di Makasar telah memutuskan bahwa Muhammadiyah harus terlibat aktif sebelum ada  bencana, saat bencana, dan setelah bencana terjadi. Seluruh elemen dalam persayarakitan Muhammadiyah harus terlibat dalam tiga kegiatan tersebut. Untuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) bisa memulai dengan membangun Pusat Studi Bencana dan bekerjasama dengan Mahasiswa pecinta Alam (Mapala) untuk mendidik masyarakat agar siaga bencana.

“Potensi PTM sangat besar dan merupakan pilar persyarikatan. Saat ini Muhammadiyah memiliki 174 PTM dengan 473 ribu mahasiswa. Bila ratusan ribu mahasiswa ini kita didik dan dibina menjadi tim yang sangat sadar bencana baik di kegiatan pencegahan, atau quick respon saja, maka menjadi peluang berdakwah melalui pertolongan pertama pada korban bencana,” lanjut Sayuti.

Sementara itu, Presiden Mapala Universitas Muhammadiyah (Mapalamu) Luwuk, Ahmad Muh. Nur dalam sambutannya mengatakan bahwa SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia dengan aksi kemanusiaannya di sejumlah bencana di tanah air telah terbukti memberi manfaat kepada masyarakat luas.

“Dengan dideklarasikannya Rayon 7 SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia, maka selain akan memperluas peran aktif Mapala PTM dalam aksi kemanusiaan yang merupakan dakwah Muhammadiyah, juga akan meningkatkan skill Mapala di Sulawesi yang menjadi anggota rayon 7 sebagai garda depan Muhammadiyah di setiap bencana khususnya yang terjadi di Sulawesi,” katanya.

Terpilih sebagai pengurus Rayon 7 periode pertama adalah adalah Ketua Ade Putra Ode Amane, Sekretaris Abdul Gani. Bendahara Masrion Tahawali. Kordinator Divisi Operasional Alimudin L. Ndilau. Kordinator Divisi Pengembangan SDM Salihudin Suling. Kordinator Divisi Komunikasi dan Informasi Jamaris. Kordinator Divisi Logistik Dedi H. Said. (nisa)

Sumber: Ahyar Stone

Shared:
Shared:
1