Diskriminasi Terhadap Tuna Netra Masih Tinggi, Mahasiswa UAD Ciptakan Alat Bantu Bagi Tuna Netra

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 28 November 2017 11:24 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Pengelola Progam Kreatifitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhamadiyah (PKM-PTM) seindonesia yang diselenggarakan di Universitas Mataram Lombok,  menyetujui proposal mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). Mahasiswa tersebut ialah Tofik Nurochman, Mohammad Iqbalul Faiq Hatta, Ibnu Atma Kusnadi (Teknik Elektro), Dosen pembimbing sebagai pendamping penelitian adalah Son Ali Akbar.

Ketiga mahasiswa tersebut mencoba membuat sebuah Alat yang bisa difungsikan untuk membantu tunanetra bermobilitas agar tidak tersesat. Alat tersebut diberi nama Track Recorder To Determine Spot Coordinate  Points For The Visually Impaired (REDER VIRED).

Menurut ketua tim, Tofik, gagasan untuk membuat REDER VIRED dilatarbelakangi oleh masalah banyaknya tunanetra yang tersesat ketika melakukan perjalanan.

"Para penyandang tunanetra biasanya akan susah dalam mengenali lingkungan serta kesulitan dalam melakukan berbagai aktifitas dalam keseharianya. Salah satu masalah yang sering dihadapi para penyandang tunanetra yaitu proses mobilitas, mereka akan susah dalam mengenali jalan, mengenali fasilitas-fasilitas umum, dan banyak dari mereka yang tersesat atau tidak bisa mengenali jalan pulang ketika sudah melakukan perjalanan, tentu hal itu jika dibiarkan akan menyulitkan usahanya dalam beraktifitas yang akan berakibat pada penurunan produktivitas diri," ungkap Tofik.

Selain itu,  kurangnya kesadaran dari masyarakat sekitar yang sering beranggapan bahwa tunanetra itu sakit atau buta membuatnya dianggap lemah, tidak berdaya dan perlu dikasihani. minimnya pendampingan dan fasilitas-fasilitas khusus bagi para penyandang  tunanetra dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri mereka untuk mobilitas dan menjalani kehidupanya.

"Banyaknya perlakuan diskriminatif terhadap  penyandang tunanetra membuat mereka cenderung lebih eklusif, tidak bisa bersosialisasi dengan baik  dan semakin terkucilkan dalam kehidupan sosial," jelasnya.

Kesetaraan sosiallah yang menjadi target Tofik dan kawan-kawan dalam menciptakan REDER VIRED, sehingga dengan adanya alat ini diharapkan tidak ada kesenjangan sosial, diskriminasi para penyandang tunanetra di lingkungan sekitar.
REDER VIRED (Track Recorder To Determine Spot Coordinate  Points For The Visually Impaired ) merupakan suatu teknologi tepat guna  yang dapat membantu para penyandang tunanetra untuk melakukan perjalanan agar tidak tersesat. Teknologi yang dapat memberikan informasi lokasi berupa data GPS koordinat yang dikirim dalam bentuk SMS kesaudara atau kerabat melalui smartphone.

" Data GPS yang dikirim dapat langsung dicari pada aplikasi google map dan langsung dapat diketahui lokasinya.  Sehingga dengan adanya teknologi tersebut keluarga atau kerabat para penyandang tunanetra tidak merasa kwatir jika tunanetra tersebut melakukan perjalanan, karena dapat mengetahui keberadaanya melalui smartphone dan dapat langsung menjemput ketika tersesat melalui data GPS yang di terima dengan menggunakan penunjuk arah pada aplikasi google map," papar Tofik. (syifa)
Sumber : UAD

Shared:
Shared:
1