Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Hadir untuk Merawat NKRI dan Pancasila

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 28 November 2017 09:10 WIB

PALANGKA RAYA, MUHAMMADIYAH.OR.ID –Seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se Indonesia yang hadir mengenakan pakaian adat dan budaya khas daerah masing-masing, ini adalah pesan kebudayaan, ada pesan dimana Muhammadiyah hadir itu untuk merawat NKRI dan Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, pada pembukaan Tanwir 2 Pemuda Muhammadiyah di Stadion, Senin (27/11).

Mengangkat tema "Integritas dan produktifitas kaum muda untuk keadilan sosial", Dahnil menjelaskan mengapa organisasinya memilih tema ini. “Integritas dan Produktivitas adalah hasil dari Khittah Cipondoh pada Tanwir 1 di Tangerang, tahun lalu”, ujarnya.

Dahnil menambahkan, bahwa Integritas dan Produktivitas ini hasil sebagai cita-citabahwa kedua kata kunci, “Integritas dan Produktivitas ini ingin kami dorong menjadi watak dan karakter Pemuda Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” katanya.

Dalam Tanwir ke 2 kali ini juga akan membahas salah satu point utama yang nanti menjadi hasil Tanwir Kedua adalah sebagai Khittoh Kahayan. Khittoh Kahayan ini, tambah Dahniladalah  khittoh tentang Akhlaq Politik Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah

“Pemuda Muhammadiyahmemang tidak berpolitik secara praksis, akan tetapi Pemuda Muhammadiyahmelakukan politik kebangsaan. Politik kebangsaan orientasinya bukan untuk kekuasaaan, politik kebangsaan adalah tugas kenabian melalui amar ma’ruf nahi munkar”, serunya.

Dahnil mengajak untuk meninggikan standar akhlaq politik kebangsaan melaluiPemuda Muhammadiyah  dengan harapan memberikan pesan kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi, nanti salahsatu hasil dari yang kita bahas ada empatpoin. Apa poin-poin dari khittoh Kahayan itu tentangakhlaq politik kebangsaan akan kami rumuskan  selama tiga hari”, ungkapnya.

Terakhir, Dahnil menambahkan bahwaProduktifitas ini adalah jadi simbol, ada ungkapan orang yang merawat integritasnya, “Orang yang merawat akhlaknya dengan baik itu pasti punya produktifitas tinggi, pasti punya kreatifitas tinggi,” tutup Dahnil.

Pada kesempatan yang sama Ketua MPR Zulkifli Hasan menyampaikan pesan tegas kepada pemuda tentang masalah bangsa yakni kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, dan ketidakpercayaan.  Zulkifli Hasan mengajak generasi muda jadi bagian gerakan melawan korupsi

"Anak muda jangan diam lihat korupsi merajalela. Jadilah bagian dari solusi. Jangan khawatir, Ketua MPR mendukung penuh," ujar dia.

Diakui, saat ini di Indonesia masih banyak kemiskinan bahkan pada tingkat ekstrim. Kemiskinan ini membuat hadirnya ketidakadilan. Ia menyebut, terjadi penguasaan asset tanah yang tidak adil di tengah masyarakat. "Bila kesenjangan dibiarkan, ini akan jadi ancaman. Kesenjangan adalah akar dari radikalisme dan kekerasan," kata dia.

Kondisi bangsa Indonesia seperti itu, menurut Zulkifli Hasan, diperparah dengan sikap masyarakat yang saling tidak percaya, saling hujat, dan saling lapor. Menghadapi kondisi bangsa seperti itu, Zulkifli Hasan mengharap agar Pemuda Muhammadiyah menjadi pelopor persatuan. (dzar)

 

 

Shared:
Shared:
1