Kemenko PMK Percayakan Muhammadiyah Implementasikan Revolusi Mental

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 24 November 2017 15:03 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan Penandatanganan Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Jum'at (24/11) pagi.

Bertempat di aula gedung PP Muhammadiyah, penandatanganan tersebut diwakili oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah  Haedar Nashir dan Puan Maharani selaku Kemenko PMK.

Ketua Umum PP Muhammadiyah  Haedar Nashir menjelaskan bahwa ia sangat berbahagia dan menyambut penandatanganan ini karena Muhammadiyah sebagai mitra pemerintah dalam penanaman dan pelaksanaan moral agama dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara merasa terpanggil dalam pembangunan manusia dan kebudayaan ini.

Haedar memandang bahwa pembangunan dan pembinaan secara kultural sangatlah penting. "Muhammadiyah bisa bekerjasama dengan program revolusi mental melalui jaringan pendidikan dan masyarakatnya yang tersebar luas," ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menjelaskan bahwa penandatanganan ini merupakan suatu program yang strategis.

"Gerakan Revolusi Mental dapat bersinergi dengan Muhammadiyah. Sebab Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dan komitmen yang tinggi sebagai bangsa sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa dan Muhammadiyah," pungkasnya.

Kerjasama yang akan berlangsung selama dua tahun ini akan berfokus pada delapan bidang penting seperti: Gerakan Nasional Revolusi Mental; Koordinasi Bidang Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana; Koordinasi Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial; Koordinasi Bidang Peningkatan Kesehatan; Koordinasi Bidang Pendidikan dan Agama; Koordinasi Bidang Kebudayaan; Koordinasi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak; dan Koordinasi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan.

Selain penandatanganan MoU  juga di tempat yang sama juga diselenggarakan seminar nasional bertemakan "Revolusi Mental untuk Indonesia yang Pancasilais dan Berkemajuan." (ask)

Shared:
Shared:
1