Terhalang Jarak yang Cukup Jauh Tidak Menjadi Hambatan Bagi Muhammadiyah Jepang Kembangkan Dakwah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 18 November 2017 17:33 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TOKYO – Dakwah yang dilakukan Muhammadiyah tidak hanya dirasakan oleh warga Muhammadiyah di Indonesia. Muhammadiyah telah memiliki perwakilannya di beberapa negara salah satunya Jepang.

Perkembangan dakwah Muhammadiyah di Jepang ini dipelopori oleh mahasiswa yang menempuh di beberapa perguruan tinggi dan warga Muhammadiyah yang bekerja di Jepang.

Dalam rangka memberikan dukungan terus kepada Muhammadiyah di Jepang, pada Selasa (14/11) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan rombongan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah beserta sejumlah pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) seluruh Indonesia.

Rombongan ini berada di Jepang hingga Sabtu (18/11) untuk merintis kerjasama pendidikan tinggi dengan perguruan tinggi di Jepang khususnya bidang kesehatan.

Dalam pertemuan ini, PCIM Jepang berdiskusi tentang perkembangan dakwah Muhammadiyah di Jepang hingga saat ini dengan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Ketua Lincoln Arsyad, Wakil Ketua Edy Suandi Hamid dan Sekretaris Muhammad Sayuti. 

Menurut Arif Darmawan Ketua PCIM Jepang mengatakan bahwa kendala yang dihadapi saat ini adalah berkaitan dengan jarak antar anggota yang jauh karena terpisah-pisah di beberapa daerah di Jepang sehingga sulit untuk berkumpul.

“Kita sangat sulit untuk bertemu satu sama lain karena tempat tinggal yang terpisah jauh di beberapa daerah di Jepang. Ada yang di Tokyo, Osaka, Hirosama, dan beberapa daerah lainnya. Tapi alhamdulillah, secara komunikasi kita tetap lancar. Kita adakan diskusi atau kajian online setiap dua pekan,” ungkap Arif.

Jarak antar anggota yang jauh memang menjadi salah satu tantangan dakwah Muhammadiyah di lura negeri. Muhammad Sayuti, mengungkapkan pengalamannya dalam mengembangkan dakwah Muhammadiyah di Australia ketika masih menempuh studi di Australia. 

Jarak memang jadi tantangan. Tapi, usahakan tetap adakan pertemuan rutin. Ya walaupun cuma berupa family gathering. Itu awalnya, lama-lama akan ada pengajian rutin, tiap bulan misalnya, seperti saya dulu ketika di Australia. Alhamdulillah hingga saat ini pengajian rutinnya masih jalan,” ungkapnya.

Sayuti menambahkan bahwa setiap kali ada kunjungan ke luar negeri, Majelis Dikti Litbang menyempatkan untuk bertemu dengan pengurus PCIM di negara tersebut.

“Kami selalu cari dan berusaha menyempatkan bertemu dengan pengurus Muhammadiyah di tiap negara yang kami kunjungi. Kita diskusi berbagi pengalaman dan berikan saran dan masukan terkait dengan pengembangan dakwah Muhammadiyah, tutup Sayuti. 

Kontributor: Sulthon Arif Rakhman

 

Shared:
Shared:
1