Muhammadiyah Harus Mampu Berikan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 16 November 2017 14:28 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LAMONGAN - Menjelang  tahun gelaran  politik,  Muhammadiyah  sebagai organisasi Islam harus tetap istiqamah menjalankan dakwahnya. Demikian disampaikan Shodikin, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan pada saat pembukaan Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan dan Seminar Konstelasi Politik Pilgub 2018 Ahad (12/11) di Aula Stikes Muhammadiyah Lamongan.

Shodikin mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah agar tetap fokus pada perkembangan dakwah dan tidak terjebak dalam politik praktis. “Jelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah atau Pemilihan Gubenur Jawa Timur Tahun 2018, Muhammadiyah harus tetap pada jalur dakwah dan jangan sampai terjebak dalam politik praktis,” tegasnya.

“Muhammadiyah harus tetap menjadi rumah besar bagi para kadernya, walaupun berbeda dalam pilihan politik, semoga kader tetap krasan di rumah besar ini, rumah besar Muhammadiyah,” tambahnya.

Shodikin berharap, Muhammadiyah mampu memberikan pendidikan politik bagi warganya dan tetap berjuang untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat.

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli di dalam sambutannya berharap warga Muhammadiyah  bisa turut andil dalam memilih pemimpin ke depan. “Muhammadiyah besar dan  akan selamanya menjadi kekuatan besar bagi bangsa ini, terutama dalam kekuatannya mengkader dan memilih pemimpin untuk masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Zainuddin Maliki, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang didapuk sebagai pembicara dalam acara seminar tersebut mengungkapkan bahwa hingga saat ini Muhammadiyah masih merasa sebagai golongan minoritas, padahal nyatanya tidak demikian. “Muhammadiyah harus mampu memperbaiki pola pikir yang dinilai menyesatkan itu. Pasalnya, hingga saat ini Muhammadiyah belum bisa dikalkulasi dengan baik,” tegasnya.

Penasihat Dewan Pendidikan Jawa Timur ini, juga menyampaikan bahwa sekalipun Muhammadiyah minoritas, tetapi tetap harus bisa menjadi penentu politik.

Lebih lanjut, Zainuddin mengungkapkan bahwa Muhammadiyah harus bisa membangun budaya politik subtansial. “Praktek politik uang akan melahirkan pemimpin yang buruk, sebaliknya politik subtansial akan melahirkan pemimpin yang baik dengan membawa misi untuk mensejahterakan rakyat,” tutupnya. (afandi)

Kontributor: Irvan Shaifullah

Shared:
Shared:
1