Haedar Nashir: Perlu Revitalisasi Cabang dan Ranting

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 16 Juni 2012 15:42 WIB

 

Jakarta- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir, M.Si menegaskan pentingnya melakukan revitalisasi Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Karena Cabang dan Ranting merupakan ujung tombak maju mundurnya persyarikatan Muhammadiyah.

Hal tersebut ditegaskan Haedar Nashir saat memberi sambutan pada seminar nasional Potret Cabang dan Ranting DKI Jakarta yang digelar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) pada 16 Juni 2012 di Auditorium UHAMKA Lt 4.

Menurut Haedar, gelombang globalisasi yang melanda seluruh kawasan dunia dapat menjadi ancaman serius bagi Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang aktif melakukan dakwah Islam. Oleh karenanya Cabang dan Ranting diharapkan dapat mengaktifkan diri. Sebab keaktifan Cabang dan Ranting melakukan gerakan dakwah dapat menjadi penyangga persyarikatan Muhammadiyah.

“Peran strategis persyarikatan Muhammadiyah di akar rumput sangat tergantung pada Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Oleh karenanya keberadaannya harus diberdayakan,”ujarnya.

Haedar bersyukur bahwa UHAMKA telah mampu menjalankan tugas yang diberikan PP Muhammadiyah dalam melakukan pemetaan dan pemberdayaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah DKI Jakarta.

Menurutnya, seminar nasional Potret Cabang dan Ranting Muhammadiyah DKI Jakarta yang digelar UHAMKA memiliki implikasi yang besar selain untuk pemetaan Cabang dan Ranting juga sebagai agenda strategis untuk merevitalisasi kembali Cabang dan Ranting Muhammadiyah.

Sementara itu Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pdi menyatakan jumlah Cabang dan Ranting Muhammadiyah di DKI Jakarta cukup bagus dibanding dengan wilayah lainnya. Hampir sekitar 95%  lima Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) DKI Jakarta memiliki Cabang dan Ranting.

“Survei yang dilakukan UHAMKA sejak Desember 2011 hingga Mei 2012 telah berhasil memetakan jumlah Cabang dan Ranting Muhammadiyah DKI Jakarta, yakni 221 ranting dan 53 cabang,”ujar Suyatno.

Menurutnya, hanya ada dua PWM yang menjadi pilotproyek PP Muhammadiyah yang perkembangan Cabang dan Rantingnya dinilai bagus, yakni PWM DKI Jakarta dan PWM Yogyakarta.

Suyatno berharap, maju pesatnya Cabang dan Ranting Muhammadiyah di PWM DKI Jakarta dan Yogyakarta dapat memberikan semangat dan motivasi PWM lainnya agar dapat melakukan pemberdayaan Cabang dan Ranting.

Ditambahkan Suyatno, komitmen amal usaha Muhammadiyah, seperti PTM, Rumah Sakit Muhamadiyah, sangat dibutuhkan dalam upaya pemberdayaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah.

Untuk wilayah DKI Jakarta, UHAMKA menurutnya telah memberikan kontribusi dalam upaya pemberdayaan dan pemetaan Cabang dan Ranting. Setidaknya ada beberapa hal yang telah dilakukan. Pertama, UHAMKA akan terus mengawal Cabang dan Ranting. Kedua, UHAMKA akan terus melakukan pemberdayaan Cabang dan Ranting. Ketiga, UHAMKA akan membenahi manajemen suber daya manusia (SDM) berbasis IT pada  Cabang dan Ranting. Keempat, UHAMKA akan mengerahkan dosen dan mahasiswa untuk aktif melibatkan diri dalam pengembangan Cabang dan Ranting.

Seminar nasional Potret Cabang dan Ranting Muhammadiyah DKI Jakarta itu dihadiri oleh sejumlah narasumber. Diantaranya Dr. Haedar Nashir, M.Si, Dr. Ahmad Norma Permata, Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd, Ir. Baehaqie Abdullah, M.Si, Adi Sucipto dan Suryadi. (BKHP UHAMKA)(mac)

Shared:
Shared:
1