Pemuda Muhammadiyah Sulteng Implementasikan Teologi Al-Ma’un di Hari Pahlawan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 11 November 2017 11:03 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALU – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sulawesi Tengah(Sulteng)bersama Bekam Medical Center (BMC), Jumat (10/11) sore menggelar kegiatan sosial dengan mendatangi kaum dhuafa di wilayah perbatasan Kota Palu dengan Kabupaten Sigi, untuk diberikan sembako berupa beras, gula, susu, dan minyak goreng.

Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya dakwah sosial yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah bersamaSulteng BMC, guna mengembangkan rasa saling peduli antar sesama, sekaligus refleksi peringatan hari pahlawan dan Implementasi Teologi Al-ma’un (QS 107:1-7) dalam pelayanan sosial.

Muhajrin Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng mengatakan bahwa kegiatan ini akan rutin dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama BMC dan sejumlah relasi. “Kami sangat berterima kasih kepada relasi yang sudah membantu kami dalam menjalankan dakwah-dakwah sosial  kemanusiaan ini,” jelasnya.

Sementara Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery eL Shirinja mengatakan, kegiatan berbagi sembako bersama BMC kali ini, adalah upaya pihaknya dalam memperingati hari Pahlawan.

“Para pahlawan kita telah berjuang keras memerdekakan negeri ini, tetapi kenyataannya kemiskinan masih menjajah sebagian penduduk negeri ini, karena masih banyak kaum dhuafa yang butuh bantuan,” jelasnya.

Kegiatan itu, kata Fery, akan diupayakan rutin dilakukan untuk terus melayani kaum dhuafa setiap hari Jumat.  “Yang kami lakukan hari ini (Jumat) adalah yang perdana sebagai refleksi hari Pahlawan. Semoga ini akan rutin dilakukan dan sasaran kami adalah kaum Dhuafa yang ada di pinggiran kota yang masih kurang sentuhan,” jelasnya.

Pembagian sembako gratis itu, kata Fery, juga akan dijadikan simbol pesan toleransi dari Pemuda Muhammadiyah Sulteng bersama BMC, untuk Sulawesi Tengah dan Indonesia, karena kedepan akan terus dilakukan tanpa melihat latar belakang sasaran, asalkan dhuafa. 

“Siapa saja akan diberikan, kuncinya adalah bagi yang tidak mampu atau dhuafa. Kegiatan ini terinspirasi dari kisah KH Ahmad Dahlan dalam mengimplementasikan gerakan teologi Al-Ma’un dalam pelayanan sosial,” tandasnya. (Syifa)

Sumber : Fery El (PWPM Sulteng)

 

Shared:
Shared:
1