MDMC dan Lazismu Pewaris Otentik Spirit Filantropisme

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 November 2017 10:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA –Muhammadiyah memiliki Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang didirikan pada tahun 2004.

Selain sebagai sarana pengabdian masyarakat dan dakwah, LPB ini merupakan bentuk tanggung jawab moral Muhammadiyah untuk perihal kebencanaan.

Disampaikan Hajriyanto Y Thohari, Ketua PP Muhammadiyah bahwa LPB/MDMC ini merupakan pelanjut atau nama lain dari PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) yang didirikan oleh Muhammadiyah pada masa dipimpin oleh Ahmad Dahlan pada 1920.

“PKO ini adalah wujud nyata dari penerapan spirit Al-Maun yang di dalamnya menyebutkan tentang doktrin filantropis­me dan voluntarisme Muhammadiyah yang se­lalu bersikap dermawan, pemurah, cinta sesama, dan suka menolong. Selain MDMC juga ada LazisMu,” jelas Hajriyanto pada Kamis (9/11).

Lebih lanjut Hajriyanto mengatakan bahwa MDMC yang saat ini sudah merambat sampai ke ranah internasional, adalah wujud nyata dari penegakkan aksi kemanusiaan. Baik ranah nasional maupun internasional, MDMC selalu mengabdi.

“Di samping selalu terjun ke lapangan setiap terjadi disaster di dalam dan di luar negeri, seperti di Nepal, Filipina Selatan, Ro­hing­ya di Rakhine, pengungsi Rohingya di Banglades yakni di Cox Bazar, dan juga melakukan pelatihan-pela­tihan kesiapsiagaan bencana di daerah cabang-cabang Muhammadiyah,” ujarnya.

Terkait pelatihan-pelatihan, Hajriyanto memaparkan bahwa ada tiga cluster dalam pelatihan tersebut yakni pembentukan rumah sakit PKU Muhammadiyah siap bencana, satgas-satgas penanggulangan bencana MDMC yang berbasis Rumah Sakit sudah terlatih dengan baik (well trained) dan dilengkapi dengan peralatan yang baik (well equipped)  serta Satgas yang berbasis se­ko­lah dan universitas atau PTM dimana PP Muhammadiyah melalui MDMC menyiapkan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah.

“Dalam pelaksanaannya, kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memaksimalkannya, salah satunya yakni Defat (Department of Foreign Affair and Tra­de, the Australian Goverment) untuk melaku­kan pelatihan Rumah Sakit Siaga bencana,” pungkasnya. (nisa)

Sumber Foto: MDMC

Shared:
Shared:
1