Uhamka Wacanakan Integrasi Ilmu Dalam Diskusi Terbatas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 13 Juni 2012 19:55 WIB

 

Jakarta- Mantan Ketua Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah, Prof. Dr. M. Amin Abdullah akhirnya dapat hadir dalam acara diskusi terbatas Integrasi Ilmu yang digelar Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), pada 12 Juni di Ruang Sidang B Uhamka.
Kehadiran mantan Rektor UIN Yogyakarta itu memang ditunggu-tunggu oleh peserta diskusi. Karena beliau merupakan seorang cendikiawan Muslim yang memiliki  pengalaman sebagai pengajar yang dinilai mampu memberikan masukan dalam upaya pengintegrasian ilmu di perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM).
 
 
Amin Abdullah menyambut positif diskusi terbatas yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Uhamka. Menurutnya, kegiatan diskusi terbatas Integrasi Ilmu ini merupakan tema yang menarik perhatian sejumah perguruan tinggi Islam, baik UIN, IAIN maupun PTM. Sejumlah diskusi dan seminar ataupun lokakarya telah digelar.
 
 
Ditegaskan oleh Amin Abdullah, bila Uhamka secara istikomah melakukan diskusi ini secara berkala dengan mengundang berbagai pakar keilmuan maka tidak mustahil Uhamka akan menjadi pendorong tumbuhnya pengintegrasian ilmu di berbagai PTM di seluruh Indonesia.
Mantan wakil ketua PP Muhammadiyah periode 2000-2005 itu lebih setuju dengan istilah pengintegrasian ilmu ketimbang Islamisasi ilmu sebagaimana yang didengung-dengungkan oleh sejumlah cendikiawan Muslim lainnya.  Menurutnya, istilah pengintegrasian ilmu lebih tepat untuk kultur dan budaya keilmuan di Indonesia. Karena  Indonesia merupakan negara multikultur dan multi agama.
 
 
Upaya pengintegrasian keilmuan gencar dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka).  Terhitung sejak Maret 2012, kegiatan diskusi terbatas yang diikuti oleh dosen Uhamka kerap dilakukan. Temanya hanya satu, yakni Integrasi Ilmu.
Wakil Rektor IV bidang Keislaman dan Kemuhammadiyahan, Drs. Zamah Sari, M.Ag menegaskan Uhamka sedang melakukan gerakan pengintegrasian keilmuan.  Hal ini penting dalam upaya menumbuhkembangkan kembali peradaban ilmu di lingkungan kampus.
 
 
Awalnya hanyalah diskusi terbatas yang diikuti oleh para dosen dengan pembicara dari berbagai kampus yang  telah melaksanakan pengintegrasian keilmuan. “Kita ingin banyak belajar dari kampus-kampus lain yang telah bergerak jauh dalam pengintegrasian ilmu. Insya Allah Uhamka akan melangkah seperti yang telah dilakukan oleh kampus lain. Awalnya berangkat dari diskusi terbatas, sharing dan tukar pengalaman. Setelah itu diaplikasikan secara nyata oleh fakultas-fakultas yang ada di Uhamka,”ujarnya.
 
 
Ditambahkan Zamah Sari, pembicara yang telah diundang diantaranya adalah Dr. Bagus dari Universitas Gajah Mada (UGM, Yogyakarta, Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara, pakar Islamisasi Sains dari Universitas Islam Negeri  (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dr. Nirwan Syafrin dari Uiniversitas Ibnu Khaldun (UIK) Bogor dan Prof. Dr. Amin Abdullah, dari UIN Sunan Kali Jaga, Yogyakarta.
 
 

Gerakan Integrasi Ilmu dilingkungan kampus Uhamka ini, kata Zamah Sari akan terus digulirkan hingga September mendatang. Pasalnya, lewat gerakan ini, Uhamka akan terus mendorong para dosen untuk aktif melakukan pengembangan keilmuan yang diintegrasikan dengan ilmu keislaman.(BKHP UHAMKA)

Shared:
Shared:
1