Bersama 6 Negara, UM Purworejo Kuatkan Literasi Pendidikan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 07 November 2017 14:23 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) menggelar International Conference on Education (ICE) 2017 di ruang seminar UMP pada Sabtu (4/11). Kegiatan tersebut merupakan upaya penguatan literasi pendidikan guna menghadapi kompetisi global  dengan mengangkat tema Strengthening Education Literacy for Global Competitiveness.

Konferensi ini diikuti 172 peserta dari kalangan akademisi, praktisi, dan pakar pendidikan. Beberapa peserta berasal dari luar Indonesia, antara lain Polandia,Singapura, Ruanda, Uganda, Malaysia, dan Taiwan.

Yuli Widiyono, ketua panitia kegiatan, mengatakan bahwa ICE digelar sebagai salah satu bentuk perhatian FKIP UMP terhadap dunia pendidikan yang saat ini tengah diramaikan dengan isu literasi. Adanya ICE diharapkan dapat semakin menguatkan literasi pendidikan dalam menghadapi kompetisi global.

"Peserta mayoritas dosen dari keenam negara itu dan Indonesia, serta sejumlah utusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain mendiskusikan berbagai hal tentang literasi pendidikan, para peserta dalam ICE ini diharapkan juga dapat menindaklanjuti dengan kerja sama dan terbentuk mitra pendidikan serta literasi pendidikan. Juga untuk mencari solusi atau pemecahan persoalan yang dihadapi dunia pendidikan. Sekaligus mengatur strategi pendidikan, khususnya teknologi, media, dan tentu saja isu-isu literasi lainnya,” katanya.

Dalam agenda itu terdapat empat pembicara dalam ICE yang baru kali pertama digelar ini. Masing-masing yakni  Ocky Karna Radjasa (DRPM Risktek Dikti Indonesia), Hamdan Said (University Teknologi Malaysia), Jessy Png Lay Hoon (NIE Nanyang Technological University Singapore), dan Sugeng Eko Putro Widoyoko (UMP).

Rektor UMP, Supriyono saat membuka konferensi mengungkapkan bahwa literasi pendidikan di dalam persaingan global sangat dinamis. Indonesia dengan berbagai bidang literasi harus mampu memainkan peran penting agar dapat berhasil dalam menghadapi persaingan tersebut.

"Dengan demikian saya optimis konferensi ini memberikan kontribusi atas usaha kita menguatkan literasi pendidikan," ungkapnya.

Sementara itu, Sugeng Eko Putro Widoyoko, dalam paparannya terkait model pembelajaran literasi menyatakan bahwa  penilaian dalam model pembelajaran literasi memiliki aspek penilaian yang kompleks. Tidak cukup hanya menggunakan tes atau penilaian kognitif.

“Selama ini yang terjadi bahwa penilaian lebih banyak pada tes, padahal keterampilan dan sikap itu tidak bisa hanya diukur dengan tes. Karena itu, seharusnya memakai penilaian otentik, misalnya mahasiswa diminta melakukan sesuatu degan rubrik-rubrik yang ada,” paparnya.

Konferensi juga diisi dengan penandatanganan kesepakatan bidang literasi dan Tri Dharma Perguruan Tinggi antara FKIP UMP Universitas Surakarta, Universitas WR Supratman Surabaya, dan Unimus Semarang. Sehingga melalui kegiatan yang baru pertama kali digelar di UMP ini, diharapkan dapat lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi setiap tantangan di dunia global. (nisa)

Kontributor: Akhmad Musdani

 

Shared:
Shared:
1