Haedar Nashir: Sikap Reaktif Tidak Produktif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 02 November 2017 09:56 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Agenda terberat dan terbesar umat Islam saat ini,  termasuk bagi Muhammadiyah, ialah membangun kekuatan sebagai  Khaira Ummah, yakni menjadi kekuatan yang unggul berkemajuan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah dan seluruh kekuatan umat harus maju di segala bidang. “Kemajuan dapat dibangun manakala terus berusaha atau bergerak mengerahkan segala kemampuan dalam menghasilkan amal usaha dan segala karya yang unggul di banding kelompok masyarakat lain,” ungkap Haedar pada Kamis (2/11).

Haedar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus membangun pusat-pusat keunggulan di  bidang pendidikan,  ekonomi, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

Namun, lanjut Haedar gerak menuju kemajuan akan tersendat dan jalan di tempat jika para pemimpin dan warganya memiliki kebiasaan dan sikap reaktif dalam menghadapi keadaan.

“Selama terus reaktif apalagi dalam merespons hal-hal yang bersifat isu maka peluang untuk berusaha dan bekerja kian sempit, energi pun terkuras,” jelas Haedar.

Padahal pada saat yang sama umat banyak keterbatasan dan kelemahan. Nahyu munkar memang penting tetapi harus seimbang dengan amar makruf, begitu pula sebaliknya.

“Lebih-lebih manakala atasnama nahyu munkar memunculkan sikap serbanegatif (negative thinking)  secara meluas sehingga umat atau elite umat terjebak pada reaktif-konfrontstif terus menerus tanpa diimbangi kearifan dan mempertimbangkan kondisi umat Islam secara keseluruhan yang beragam,” terang Haedar.

Lama kelamaan umat akan mengalami marjinalisasi di berbagai bidang, sedangkan pihak lain yang untung dan maju. Lebih dari itu usaha-usaha membangun kemajuan akan kendor dan terkalahkan, sehingga umat semakin lemah.

“Karenanya bekerja keras membangun pusat-pusat keunggulan sungguh menjadi prioritas yang sangat penting dan strategis jika Muhammadiyah dan umat Islam ingin berada di depan,” ucap Haedar.

Agenda meraih kemajuan tersebut memang berat karena harus bekerja keras dan bergerak nyata. “Sedangkan sikap reaktif itu biasanya cukup dengan bicara dan berdebat. Maka  Muhammadiyah dan umat Islam jangan terbuai dengan sikap-sikap reaktif yang bolehjadi tampak heroik, tetapi tidak produktif,” pungkas Haedar. (adam)

Shared:
Shared:
1