Muhammadiyah Jawa Tengah Libatkan Seni Budaya dalam Dakwah Kreatif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 01 November 2017 09:58 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARNEGARA – Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LPCR PWM) Jawa Tengah mengadakan Rakerwil ke-3 di Panti Asuhan Yatim ‘Aisyiyah Cabang Blambangan, Banjarnegarapada Ahad (29/10). Kegiatan tersebut diikuti oleh 104 utusan dari 32 LPCR PDM Se-Jawa Tengah, PP LPCR, PP LSBO dan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara mengatakan bahwa pengembangan cabang dan ranting harus terus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pengajian atau pembinaan jamaah.

Suwarno Ketua LPCR Jawa Tengah menyampaikan bahwa kegiatan rakerwil yang mengambil tema “Penguatan Cabang dan Ranting Berbasis Seni, Budaya dan Olahraga” ini merupakan upaya pemeliharaan kaderisasi dari bawah.

“Cabang dan ranting merupakan ujung tombak dari pengkaderan, banyakkaderyang berada di tingkat cabang dan ranting, mereka perlu digandeng untuk memperkuat cabang dan ranting. Salah satu upayanya yaknidengan cara apa menggandeng mereka yaitu melalui kegiatan olahraga dan seni,” ujar Suwarno.

Hadir juga dalam rakerwil tersebut Wakil Ketua Pembina LPCR PWM Jawa Tengah Daelamy. Iamenyampaikan dalam bermuhammadiyah itu harus mempunyai niat yang tulus dengan penuh keyakinan dalam mengembangkan cabang dan ranting.

“Ada 3 syarat untuk membangun kekuatan di ranting dan cabang muhammadiyah, ranting harus hidup, ada pengajian atas nama organisasi dan pengurus rajin rapat dengan dihadiri mayoritas  anggota,” jelasnya.

Acara tersebut diisi oleh KetuaLSBO PP Muhammadiyah, Sukriyanto AR. Ia mengatakan bahwa perlu menjadikan Seni Budaya dan olahraga sebagai sarana mendinamisasi dan kreatif di cabang dan ranting, serta melibatkan anggota khususnya anak muda dalam berbagai grup-grup seni budaya dan olah raga.

“Ada beberapa program penguatan budaya dan olahraga,yang pertama dengan kaderisasi dan pengembangan SDM berwawasan seni dan budaya di cabang dan ranting, kedua melalukan kajian strategis menghadapi tantangan budaya kontemporer,” ucapnya.

Sukriyanto melanjutkan bahwa program penguatanketiga yakni pengorganisasian SDM (anak-anak muda berbakat seni, olah raga dan pengelola wisata) dan pengembangan jaringan kerjasama, keempat membentuk grup-grup kesenian dan club-club olahraga di tiap cabang dan ranting, dan kelima Rihlah dakwah lewat festival seni budaya dan pemutaran film dakwah di cabang dan ranting. (nisa)

Sumber: M. Alfian N Azmi

 

Shared:
Shared:
1