Sosialisasikan Bahaya Kanker Payudara, 'Aisyiyah Gagas Aplikasi Dini dan Gerakan Keluarga Peduli Kanker

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 30 Oktober 2017 13:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PONTIANAK -  Bertepatan dengan bulan peduli kanker payudara atau Pink Day, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar kegiatan Pink Blue Day 2017 pada Sabtu (28/10) di Pontianak Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian kepada kanker payudara dan kanker serviks yang bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Kalimantan Barat. Acara yang berlangsung di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak ini dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan RI Lily S. Sulistyowati, Walikota Pontianak Sutarmiji, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Lazismu Pontianak, Direktur Akbid Pontianak serta ribuan peserta baik dari masyarakat umum maupun anggota persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang ada di Kalimantan Barat.

Darurat kanker payudara dan kanker serviks diakui Lily S. Sulistyowati yang menyampaikan bahwa pembiayaan BPJS untuk penyakit kanker terus mengalami peningkatan dari 1,5 Triliun di tahun 2014 menjadi 2,2 T di tahun 2015. 

Lily menambahkan  dari jumlah tersebut kanker payudara dan kanker serviks merupakan penyakit kanker terbanyak yang kasusnya dialami oleh perempuan. Karena itu Kementrian Kesehatan sangat mendukung kegiatan dan gerakan yang diinisiasi oleh ‘Aisyiyah.

“Setelah acara ini diharapkan seluruh masyarakat semakin terdorong untuk melakukan deteksi dini, bukan hanya untuk kanker payudara dan serviks tetapi juga semua penyakit kanker agar pencegahan dan pengobatan kanker di Indonesia bias semakin berhasil,” ungkapnya.

Siti Noordjannah Djohantini menyampaikan alasan digelarnya kegiatan Pink Blue Day yang sudah memasuki tahun ke-4 ini. “‘Aisyiyah dan Muhammadiyah sejak awal berdirinya sangat menaruh perhatian pada tingkat kesehatan masyarakat. Sebagai penyakit kanker penyebab kematian pertama dan kedua kepada perempuan,  ‘Aisyiyah ingin mengaungkan deteksi dini untuk kedua penyakit tersebut karena semakin cepat dideteksi maka kemungkinan sembuh akan semakin besar,” terang Noordjannah.

Untuk menyebarluaskan deteksi dini tersebut maka pada kegiatan Pink Blue Day 2017 ini ‘Aisyiyah melakukan launching aplikasi DINI dan Gerakan Keluarga Peduli Kanker. 

“Aplikasi DINI akan memberikan edukasi, sosialisasi  dan peringatan untuk melakukan deteksi dini secara mudah dan sederhana kepada para perempuan,” ujar Noordjannah. 

Sementara itu, untuk gerakan keluarga peduli kanker sangat penting bagi ‘Aisyiyah, mengingat bahwa keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat.

 “’Aisyiyah akan mendorong dan megedukasi keluarga-keluarga di Indonesia untuk menjadi keluarga yang kuat, sakinah, mawwadah, warohmah yang nanti juga bias berperan keluar menjadi pionir kesehatan di masyarakat,” pungkas Noordjannah. (adam)

Sumber: Media PP ‘Aisyiyah

 
Shared:
Shared:
1