Muhammadiyah Jadikan Amal Usaha Kesehatan Sebagai Ladang Dakwah dan Ibadah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 27 Oktober 2017 14:18 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Dakwah Muhammadiyah tidak hanya bergelut dalam bidang rohani semata, namun terdapat juga dakwah bil hal atau dakwah melalui kegiatan bermanfaat untuk masyarakat. Bentuk dakwah ada beragam macam, Muhammadiyah termasuk organisasi yang menjadikan sektor kesehatan sebagai sarana ibadah dan dakwah melalui amal usaha.

Disampaikan Ketua Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah Bidang Pembina Kesehatan Umum Agus Taufiqurrohman bahwa amal usaha bidang kesehatan Muhammadiyah itu untuk rahmatan lil alamin, tidak memandang siapapun, apakah itu beragama Islam atau non-Islam dan apakah itu orang mampu maupun tidak mampu.

Agus mengatakan bahwa upaya Muhammadiyah dalam bidang kesehatan ini selain sebagai fasilitas masyarakat, juga merupakan bagian dari kontribusi Muhammadiyah untuk negeri ini.

“MPKU berkontribusi terhadap solusi kesehatan di Indonesia sebesar lima persen. Sedangkan di antara swasta non-profit di angka 15 persen, sedangkan keseluruhan swasta sebesar 10 persen,” ujar Agus, Jumat (27/10).

Lebih lanjut Agus menyampaikan bahwa saat ini persyarikatan mempunyai 105 RS dengan 8082 bed tersebar di 17 propinsi dan 204 klinik (database MPKU 2017). Pengelolaan Rumah sakit dan klinik di inisiasi dan dikelola oleh Muhammadiyah atau Aisyiyah mulai dari pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, pimpinan cabang bahkan ranting. Ada yang berdiri sendiri dan ada yang berlaku seperti grup.

Kemudian Ketua MPKU (Majelis Pembina Kesehatan Umum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Agus Samsudin menjelaskan bahwa RS PKU Muhammadiyah di wilayah-wilayah harus berjuang untuk menjadi unggul dengan melakukan akreditasi dan sertifikasi sehingga dipercaya dan disukai masyarakat.

“Sejauh ini, kami memiliki beberapa RS PKU yang sudah dikenal keunggulannya, misalnya RS PKU Muhammadiyah Gombong dengan fasilitas emergency departemen level IV, departemen onkologi dengan radioterapi pertama dan satu-satunya yang dimiliki Muhammadiyah se-Indonesia, RS PKU Muhammadiyah Lamongan dengan laser urologi dengan teknologi tinggi dan RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan alat katerisasi jantung,” jelasnya.

Selain pengembangan RS PKU yang tiada henti, MPKU juga mempunyai program 1000 klinik agar pelayanan kesehatan semakin merata terutama untuk daerah terpencil tertinggal dan terluar.

“MPKU melakukan pengembangan sumber daya manusia secara kompetensi dan islami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta melakukan penguatan dan peningkatan manajemen yakni dari sisi kualitas dengan akreditasi dan pemenuhan berbagai aturan yang dibuat oleh pemerintah dengan tata kelola yang baik,” ujar Agus. (nisa)

 

Shared:
Shared:
1