Majelis Pustaka dan Informasi Siapkan Taman Pustaka Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 08 Juni 2012 15:59 WIB

 

Yogyakarta- Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah merencanakan banyak program pengembangan, khususnya terkait dengan kepustakaan, yang sudah dituangkan dalam bentuk usulan program hasil rapat kerja MPI bulan Pebruari 2011 di Yogyakarta, dan salah satu dari program tersebut adalah Taman Pustaka Muhammadiyah.
 
 
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Widiyastuti, SSos, MHum, di kantor PP Muhammadiyah, Jl. KHA Dahlan No.103, Yogyakarta, Jum’at (08/06/2012). Menurut Widiyastuti, pilot project pelaksanaan pengelolaan perpustakaan Muhammadiyah, khususnya Taman Pustaka Muhammadiyah (TPM), akan dimulai dari Masjid Muhajirin Komplek SD Muhammadiyah Wirobrajan III Yogyakarta. Perpustakaan berukuran 2 x 7 meter persegi dengan 50 judul koleksi dan 150 eksemplar buku, akan diberi nama TPM Sukatdiono (nama kepsek pertama SD Muhammadiyah Wirobrajan III).
 
 
"Sebetulnya, dalam rapat MPI PP Muhammadiyah sebelumnya, ada lima usulan tempat Taman Pustaka Muhammadiyah, yaitu Masjid Muhajirin Wirobrajan, Kantor PCM Wirobrajan, Masjid Kalimasadha Patangpuluhan, Masjid al-Muttaqin Tegalmulyo dan Masjid al-Hidayah Wirobrajan, dan kita akhirnya memilih Masjid Muhajirin Wirobrajan sebagai pilotnya," jelasnya.
 
Menurut Widiyastuti, bagi Muhammadiyah, kemajuan mendatang sangat ditentukan oleh pustaka dan informasi. Namun harus diakui, di bidang pustaka dan informasi Muhammadiyah masih tertinggal. Padahal, dari pustaka dan informasi diharapkan mampu ikut menggerakkan Muhammadiyah dan mendorong kebangkitan bagi Indonesia di masa mendatang.
 
Oleh karena tempat untuk TPM itu adalah menumbuhkan minat baca serta akses mudah dijangkau, maka pilot project ditetapkan di Masjid Muhajirin sebagai pusat kegiatan taman baca dan pembelajaran warga masyarakat, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah. ”Sebagai strategi penambahan buku, nantinya koleksi perpustakaan akan dikembangkan melalui wakaf buku dan gerakan sumbangan buku,” kata Widiyastuti.
 
 
 
Sebagaimana pernah dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin, pustaka dan informasi sebenarnya tidak lepas dari tradisi membaca. Padahal menggerakkan minat membaca dan minat beli buku di Indonesia bukan soal yang gampang. “Boleh dikatakan justru gampang-gampang susah,” kata Widiyastuti dengan menambahkan pustaka dan informasi pasti terjadi interaksi yang bernilai edukasi.
 
 
Ke depan, MPI PP Muhammadiyah akan memperluas kelengkapan perpustakaan dan fungsi-fungsi pustaka sebagai sumber pengembangan pengetahuan dan  informasi bagi kemajuan Persyarikatan, khususnya mengembangkan E-Library (perpustakaan digital). Juga pengembangan kerjasama dalam pengelolaan pustaka dan publikasi secara lebih terorganisasi.
Shared:
Shared:
1