MDMC Galakkan Rumah Sakit Aman Bencana dengan Knowledge Sharing di Kabupaten Sorong

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 25 Oktober 2017 14:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SORONG – Dalam rangka mendukung peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana 2017 yang diselenggarakan di Sorong Papu pada 22 – 25 Oktober 2017, Muhammadiyah Disaster Management Center galakkan rumah sakit aman bencana melalui Knowledge Sharing, Senin (23/10).

Indonesia sebagai Negara rawan bencana sering kali banyak menimbulkan kerugian akibat bencana yang terjadi. Satu diantaranya ialah rusaknya fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit (RS), sehingga menyebabkan lumpuhnya aktifitas Rumah Sakit sebagai penyedia layanan kesehatan bagi masyarakat.

RS juga tidak jarang mengalami kekurangan tenaga medis saat bencana, karena membludaknya pasien saat bencana terjadi. Hal tersebut dapat menghambat pelayanan terutama penanganan darurat saat bencana terjadi. Oleh karena itu MDMC merasa bahwa penguatan rumah sakit merupakan hal yang penting. Penguatan rumah sakit penting agar rumah sakit aman dari ancaman bencana dan dapat berfungsi pada saat bencana terjadi. 

“Maka dari itu MDMC melalui program pengembangan RS Aman Bencana berupaya agar rumah sakit tidak hanya aman dari struktur bangunan namun juga aman sarana dan prasarananya terutama peralatan medis. Program RS Aman Bencana juga melibatkan masyarakat sekitar RS untuk ikut membantu melayani pasien luka ringan. Masyarakat sekitar juga mampu memberikan pertolongan ringan di RS untuk meningkatkan pelayanan RS,” papar BudiSetiawan Ketua MDMC PP Muhammadiyah.

Sebagai bagian dari keterlibatan dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai hal itu MDMC menyelenggarakan Knowledge Sharing Rumah Sakit Aman Bencanayang digelar di Aimas Convention Center, Sorong.

“Ini merupakan ajang tukar pengetahuan dan pengalaman yang telah dilakukan rumah sakit, serta masyarakat daerah yang sudah melakukan pengelolaan RS Aman Bencana,” ungkap Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC sekaligus pembicara dalam gelaran tersebut.

Selain Rahmawati, dalam acara yang diselenggarakan di itu juga hadir pembicara lainnya seperti Medi Herlianto, Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Ahmad Yurianto, PKK Kementerian Kesehaan, Muhammadi Ali, Direktur RS PKU Muhammadiyah Bima, Suyanto Direktur PKU Muhamamdiyah Palangka Raya, Syarafudin serta BPBD Kota Bima dan BPBD Palangkaraya. (raipan)

Shared:
Shared:
1