PWPM DIY Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Pemuda Melalui Videogram

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 25 Oktober 2017 10:54 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID,YOGYAKARTA - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY bersama Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menyelenggarakan kegiatan training dan competition videogram pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2017 bertempat di Gedung Dakwah PWM DIY.

Wakil Ketua Bidang Media dan Publikasi PWPM DIYRhomandika mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah ‘Sumpahku Padamu Negeri’ dengan tujuan dari kegiatan ini akan menciptakan karya videografi yang kreatif, komunikatif dan edukatif.

“Selain itu kegiatan ini juga untuk meng-upgrade kemampuansoft skill bagi kader Pemuda Muhammadiyah, sehingga mampu membuat materi dakwah populer yang lebih kreatif, inovatif yang sesuai dengan generasi milenial,” ungkap Rhomandika.

Lebih lanjut Rhomandika menyampaikan bahwa tiga narasumber yang dihadirkan dalam acara ini membawakan beragam materi, diantaranya mengenai materi dasar-dasar videografi dan teknik membuat story boardyang disampaikan oleh Julla Bee Imaratu dari BikinVideoMarketing.com.Kemudian materi teknik pengambilan video dan editing videoyang disampaikan oleh Maman Agosto selaku Senior Cameraman & Dosen Videografi Fakultas Pertanian UGM. Sedangkan narasumber terakhirdisampaikan oleh Praktisi Internet Marketing Erdy Al Qudsy yang menyampaikan materi tentang mem-viralkan video.

Sementara itu, Abby Mukti Ketua Panitia mengatakan videografi adalah sebuah media yang sangat menyenangkan, penuh daya tarik, menantang kreatifitas, dan memudahkan dalam berkomunikasi dengan siapa saja. Dengan teknik videografi yang kreatif dan komunikatif, kita bisa mengabadikan beragam peristiwa di sekitar kita, menciptakan beragam karya sehingga videografi bukan saja media yang bisa dinikmati visualnya ataupun audionya saja, melainkan kombinasi dari keduanya. Sehingga dapat mempermudah penyampaian maksud dan pesan yang ingin disampaikan.Khususnya dalam urusan syi’ar dakwah.

“Harapannya, setelah pelatihan ini, terlahir generasi kids zaman now yang sadar akan potensi media dan mampu menciptakan karya-karya islami dengan materi dakwah populer yang dikemas kreatif, inovatif dan edukatif,” pungkas Abby. (dila)

Sumber: Dani Kurniawan

 

Shared:
Shared:
1