Busyro: Memberantas Korupsi Merupakan Upaya Profetik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 25 Oktober 2017 10:16 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN– Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan Workshop Pengembangan Kapasitas dan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Anti Korupsi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) pada tanggal 24 hingga 26 Oktober 2017 bertempat di Gran Quality Hotel Yogyakarta.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut membahas tentang konsep sinergi pemberantasan korupsi. Menurutnya, koruptor itu berjiwa pelit dan berjiwa buruk.

“Korupsi ibarat tumor ganas, banyak modus korupsi yang tidak tertutup mata untuk dikritisi,” ujar Busyro pada Selasa (24/10).

Lebih lanjut, Mantan Ketua KPK ini mengatakan reproduksi korupsi itu mekanisme politik, inilah yang menjadi penyebab susahnya menekan korupsi sampai ke titik nadi.

“Penyebab susahnya korupsi di berantas hingga akarnya salah satunya yaitu mekanisme politik yang semakin menjadi-jadi,” tegas Busyro.

Terlepas dari itu Busyro mengatakan PTMA termasuk dosen dan mahasiswa, terikat dengan ideologi Muhammadiyah. Sebagai gerakan tajdid yang rahmatan lil alamin. Maka ideologi Muhammadiyah ini sudah dimiliki oleh produk Muhammadiyah,” jelasnya.

Ia juga mengatakan Muhammadiyah berposisi sebagai salah satu mitra KPK untuk bukan saja menghalau dentuman meriam politik kumuh berbasis pemodal hitam yang belasan kali disasarkan ke KPK.

“Namun,tradisi Muhammadiyah yang berjiwa merdeka, ethos kerja keras ikhlas, saatnya dirumuskan dalam konsep besar pemberantasan korupsi sebagai pilihan evolusi perubahan yang memerlukan gerakan ekskalasi sistemik, fundamental dan profetik,” pungkasnya. (Syifa)

 

Shared:
Shared:
1