Tingkatkan Akreditasi Institusi PTMA, Diktilitbang Gelar Workshop Penyusunan Borang AIPT

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 24 Oktober 2017 17:44 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA - Indikator keberhasilan suatu perguruan tinggi dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti aspek fisik, aspek tata pamong, aspek penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Aspek-aspek tersebut harus dilihat secara komprehensif. Oleh karena itu pemerintah

menetapkan suatu bentuk penilaian yang tergolong komprehensif, yaitu dengan model Akreditasi. Pada awalnya sasaran akreditasi hanya Program Studi, itu pun tidak diwajibkan. Dalam perkembangan selanjutnya Badan Akreditasi Nasional Peguruan Tinggi (BAN-PT) memperkenalkan Akreditasi Institusi.

Perguruan tinggi di Indonesia wajib diakreditasi oleh BAN - PT. Terhitung sejak tahun 2012 lebih dari 4000 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, wajib diakreditasi oleh BAN PT. Bagi Perguruan Tinggi yang belum mengajukan proses akreditasi, diberi kesempatan sampai dengan lima tahun ke depan. Jika dihitung dari tahun 2012, maka semua perguruan tinggi harus sudah terakreditasi pada tahun 2018.

Namun demikian sebagian perguruan tinggi belum melakukan akreditasi, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Pada saat ini sebagian PTMA sudah melaksanakan akreditasi institusi perguruan tinggi, namun tercatat setidaknya 70 PTMA yang belum terakreditasi. Oleh karena itu Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah perlu melakukan akselarasi agar PTMA yang belum mengikuti AIPT dapat segera mengajukan ke BAN-PT melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan akreditasi institusi yang dilaksanakan secara bertahap namun berkesinambungan.

Pada tanggal 24 hingga 26 Oktober 2017 Diktilitbang PP Muhammadiyah menunjuk Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai tuan rumah Workshop Penyusunan Borang Akreditasi Institusi (AIPT) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang belum terkareditasi.

Dalam sambutannya Sukadiono Rektor UM Surabaya merasa bangga dengan ditunjuknya UM Surabaya  sebagai tuan rumah oleh Majelis Diktilitbang dalam workshop Penyusunan Borang AIPT PTMA. “Semoga kedepan UM Surabaya bisa sejajar dengan PTN dan PTM yang ada,” ungkap Sukadiono pada Selasa (24/10).

Disampaikan Sukadiono bahwa di tahun 2015 UM Surabaya telah mendapatkan akreditasi B dengan nilai 301. Perolehan ini menurut Sukadiono berkat perjuangan semua tim.

“Target tahun 2020 UM Surabaya mendapatkan akreditasi A,” ucap Sukadiono.

Terlepas dari hal itu UM Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah perhelatan sidang Tanwir ‘Aisyiyah yang akan diadakan pada awal tahun 2018.

“Alhamdulillah UM Surabaya siap sebagai tuan rumah untuk event yang di selenggarakan oleh PP Muhammadiyah,  kalau kita punya kemauan insya Allah kemampuan akan datang,” pungkas Sukadiono.

Sumber: Agus_M

 

Shared:
Shared:
1