IPM Sukoharjo Wujudkan Generasi Takwa dan Militan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 16 Oktober 2017 14:03 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUKOHARJO – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) gelar Seminar & Diskusi dengan tema "Mewujudkan Generasi Taqwa dan Militan untuk terciptanya IPM Sukoharjo yang Berkemajuan" pada Jum’at (13/10) di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Siti Walidah Universitas Muhammadiyaah Surakarta.

PP IPM M. Arif Husein mengatakan bahwa acara keilmuan seperti ini harus ditingkatkan kembali sehingga kader-kader IPM tidak ketinggalan informasi.

Lebih lanjut, Arif  memaparkan beberapa hal, diantaranya yang pertama adalah Takwa yaitu menjauhkan diri dari maksiat atau takut melakukan perbuatan dosa. “Dengan harapan bahwa kader IPM itu harus menjauh dari perbuatan-perbuatan yang dilarang dan  melakukan perbuatan-perbuatan yang dicintai oleh Allah SWT, sebagai mana ini menjadi prinsip dari Muhammadiyah yakni Amar Makruf Nahi Munkar,” ungkapnya.

Pada poin kedua, Arif mengatakan kader IPM harus bertaqwa apapun posisinya di IPM,sehingga dapat memberikan contohyang baik untukadik-adiknya di Pimpinan Ranting. Selanjutnya yang ketiga adalah  implementasi taqwa dalam ber-IPM yang dapat diaplikasikan melalui amal sholeh, akhlak yang mulia dan ber-amar maaruf nahi munkar dengan mencontoh kepemimpinan Rasulullah SAW.

Sementara itu, mewakili PW IPM Jawa Tengah, Ahmad berpesan kepada semua peserta yang hadir bahwa sebagai kader IPM hendaknya jangan menjadi "Kader Micin," yang dimaksudkan di sini adalah kader yang memiliki semangat juang lemah atau memiliki tujuan yang salah dalam ber-IPM..

Ahmad juga menjelaskan, tantangan bagi  kader IPM untuk mampu mengembalikan Islam, salah satunya dapat dilakukan melalui program , seperti yang sekarang sedang digencarkan yakni IPM Goes to Masjid (IGTM).

Ahmad menambahkan setidaknya harus ada ilmu yang adapat diambil kader IPM setiap kali melakukan pertemuan. “Dalam Ber-IPM tidak hanya rapat, rapat dan rapat terus.Tetapi didalamnya harus ada kajian-kajian tentang islam ataupun kajian-kajian terkait isu terkini sehingga kader IPM tidak ketinggalan informasi dari luar,” pungkasnya. (dila)

Kontributor: Riza Awal

 

 

Shared:
Shared:
1