Elfi Anis Saati, Dosen UMM Penemu Antioksidan Protektor Hati dan Ginjal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 06 Juni 2012 12:03 WIB

 

Malang- Dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga guru, membuat Ir. Elfi Anis Saati, MP terbiasa untuk selalu membaca dan selalu ingin tahu. Baginya, membaca merupakan jembatan untuk mengetahui berbagai macam hal secara luas. “Dengan ilmu, kita akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” tutur Elfi dosen berprestasi UMM dan Kopertis VII tahun 2010, saat diwawancarai di labarotarium Tekhik Hasil Pangan (THP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
 
 
Rasa tertantang yang selalu muncul dari dirinya, membuat wanita kelahiran Pasuruan ini berusaha menemukan inovasi terbaru yang bermanfaat bagi kehidupan. Lingkungan alam di sekitarnya, banyak memberikan inspirasi baginya untuk meneliti berbagai macam hal. Salah satunya adalah bunga yang bisa menjadi alternatif bahan pangan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
 
 
Menurut dosen THP UMM yang produktif melakukan riset ini, apa yang dia dapat sekarang tidak terlepas dari tuntutan Al-Quran. Dia ingin berpegang teguh pada prinsip alamiah dan juga agama. Dengan mengaplikasikan apa yang disampaikan ayat Alquran dalam kehidupan, akhirnya dia bisa menemukan berbagai penemuan baru yang bermanfaat bagi kehidupan.
 
 
Diakui, pertama kali memulai penelitiannya, ia tertarik dengan tanaman pacar air sekitar tahun 2000an. “Pada saat itu saya melihat, tanaman pacar air yang dibuang dan tidak dimanfaatkan secara maksimal,” tambahnya. Berawal dari inilah dia berupaya untuk menemukan pewarna makanan secara alami. Bahkan ada delapan karyanya yang sudah dipatenkan dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).  
 
 
Beberapa karyanya banyak berhubungan dengan pewarna makanan alami yang berasal dari pigmen bunga, diantaranya adalah bunga mawar merah, kana kuning serta bunga turi. Tak tunggung-tanggung 2011 lalu hasil penelitiannya tersebut pernah menembus The Five Best Poster Product Halal Excelent at World Halal Research Kuala Lumpur serta  dan reviewer jurnal internasional. Bahkan Elfi adalah satu-satunya konstestant yang bersal dari Indonesia saat itu.
 
 
Beberapa penelitiannya tersebut, telah diakui sebagai suplemen kaya antioksidan untuk protektor hati dan juga ginjal. Dalam misinya, ibu empat orang anak ini  berusaha untuk mengungkap berbagai macam rahasia dibalik tanaman lokal yang ada di sekitarnya. Jadi tidak mengherankan apabila ia selalu konsisten melakukan penelitian setiap tahunnya. Baginya hal ini penting dilakukan untuk menjaga stabilitas penelitian agar baik untuk konsumen nantinya.
 
 
Apa yang ia lakukan saat ini juga tidak terlepas dari dukungan keluarga serta suaminya. Bagi lulusan Institut Pertanian Bogor tersebut suaminya banyak memberikan semangat yang besar dalam perkembangan penelitiannya. Sehingga karena inilah ia terus berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk menunjukkan keseriusannya dalam bidang yang ia geluti sekarang ini. 
 
Wanita yang kini juga menjabat sebagai auditor halal LP POM MUI JATIM ini meyakini melalui ilmu dan karya seseorang dapat dikenang. “Orang-orang Indonesia harus punya banyak pemikiran untuk penggalian budaya lokal, sehingga negara ini tidak akan dilecehkan oleh negara lain, “ tegasnya. Ia pun berharap nantinya bisa menemukan karya-karya lain yang tidak hanya berkutat dengan makanan, tapi juga bisa diaplikasikan dalam produk tekstil.(umm.ac.id)(mac)

 

Shared:
Shared:
1