Dorong Minat Baca, PP ‘Aisyiyah Kembangkan Taman Pustaka

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 14 Oktober 2017 16:28 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Lembaga Kebudayaan Pimpinan Pusat 'Aisyiyah (PPA) menyelenggarakan Workshop Pengembangan Model Taman Pustaka 'Aisyiyah pada Sabtu (14/10) di Ruang Sidang Pimpinan Pusat Aisyiyah Jl. KH Ahmad Dahlan Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan Wilayah hingga Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah.

Mahsunah Syakir, Ketua lembaga kebudayaan PPA mengatakan bahwa kegiatan workshop ini berangkat dari keinginan ‘Aisyiyah untuk menumbuhkan budaya keilmuan yang dapat dilakukan melalui membaca.  Menurut data tahun 2012, Indonesia berada pada peringkat ke-60 dari 65 dalam kategori membaca, oleh karena itu gerakan ini adalah upaya dari ‘Aisyiyah untuk mengundang minat baca masyarakat.

“Kurangnya minat baca ini juga karena angka buta huruf di Indonesia yakni mencapai 5.984.075 berdasar data statistik Kemendikbud tahun 2015. Sehingga kami berharap workshop  ini diharapkan bisa mencetuskan gerakan literasi di Indonesia,” ujar Mahsunah.

Lebih lanjut Mahsunah mengatakan bahwa ‘Aisyiyah sebagai sebuah organisasi yang memiliki jaringan sampai ke akar rumput harus bisa menjadi pelopor gerakan literasi di kalangan anak dan perempuan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita sadar bahwa perempuan memiliki peran yang cukup sentral dalam mencerdaskan bangsa melalui peranannya di rumah maupun di masyarakat, sehingga kami terus berusaha untuk menggairahkan gerakan  membaca lewat pojok pustaka ‘Aisyiyah ini,” ungkapnya.

Ketua PP 'Aisyiyah Susilaningsih mengatakan bahwa ‘Aisyiyah memasuki abad ke- 2 ini memiliki tiga visi gerakan yakni islam berkemajuan, gerakan pencerahan dan perempuan berkemajuan. Susilaningsih mengungkapkan bahwa gerakan pencerahan itu bisa dicetuskan dalam kegiatan pengembangan keilmuan melalui membaca.

“Kita Indonesia masih stagnan pada posisi negara berkembang, salah satunya mungkin karena masih kurangnya gerakan literasi di Indonesia, padahal majunya negara dipengaruhi juga oleh literasi dan budaya keilmuan, untuk itu mari kita sama-sama membangun minat baca,” ujar Susilaningsih.

Workshop yang mengundang Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY dan penggiat literasi ini diharapkan dapat memunculkan model yang tepat untuk bentuk pojok pustaka ‘Aisyiyah yang akan menjadi mesin penggerak dari tatanan pusat hingga tataran ranting. (nisa)

Shared:
Shared:
1