Tanggulangi Penyebaran TB-HIV, ‘Aisyiyah Riau Bentuk SSR TB-HIV di Lima Kabupaten

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 10 Oktober 2017 09:08 WIB

MUHAMMADIYAH. OR.ID, PEKANBARU – Saat ini Provinsi Riau berada di peringkat ke-4 Nasional, dan Indonesia diperingkat Ke-2 dari 10 negara dengan kasus terbesar notifikasi kasus baru dan kambuh dengan perkiraan insiden tahun 2015, terhadap penyakit Tuberculosis (TB).

Hal itu disampaikan langsung oleh Yusnimar Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Riau dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Se-Riau, di Hotel Dafam, Pekanbaru, pada Ahad (8/10).

Penyakit Tuberculosis tidak mengenal usia, tempat dan waktu, sehingga gejalanya perlu diketahui sedini mungkin  guna mengantisipasi penyebarannya.

“Disinilah dituntut peran aktif semua kompenen Persyarikatan dan masyarakat pada umumnya termasuk peran Kepala Sekolah beserta Guru yang berada dilingkungan sekolah,” ujar Yusnimar yang juga menjabat sebagai Kepala Sub Recpient TB-HIV Care ‘Aisyiyah Riau.

TB-HIV Care merupakan program penanggulangan TB-HIV yang berperan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dan pencapaian target Millenium Developmnet Goals’s (MDGs) guna menurunkan angka penyebaran penyakit menular.

Yusnimar menjelaskan, untuk pelaksanaan program TB-HIV, SR ‘Aisyiyah Riau telah membentuk dan menetapkan SSR TB-HIV Care di lima Kabupaten atau Kota yaitu Pekanbaru, Dumai, Indragiri Hilir, Bengkalis dan Rokan Hilir.

 “Di lima kabupaten tersebut kami melakukan penyuluhan serta mencari suspect TB ini melalui rekuitmen dan pembentukan Kader TB-HIV Care didaerah tersebut,” imbuhnya.

Kemudian, ia berharap kedepannya seluruh komponen Persyarikatan peduli terhadap pasien TB dan perawatannya, agar bisa mewujudkan pembangunan manusia seutuhnya dan menuju Indonesia sehat.

Kegiatan ini meliputi peningkatan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan masyarakat, peningkatan pemahaman masyarakat tentang TB-HIV, serta pelibatan masyarakat dan pasien TB dalam penanggulangan TB (pencarian suspek, merujuk pasien, dan mengawal pengobatan pasien hingga sembuh).

Turut hadir pada pelaksanaan kegiatan tersebut, diantaranya Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Pimpinan Majelis, Lembaga dan Ortom Wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Riau, Majelis Dikdasmen Wilayah, dan kepala-kepala Sekolah Muhammadiyah se-Riau.(tuti)

Sumber : Muhansir

 

Shared:
Shared:
1