Pemikiran Pemuda Indonesia Jangan Mudah Disetir

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 09 Oktober 2017 10:42 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PALU – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PW PM) Sulawesi Tengahmengadakan Kajian Rutin Ahad Subuh (Ruhadsu) atau Coffee Morning pada Ahad (8/10) di masjid Ulil Albab.

Kegiatan itu diisi oleh Muhammad Saleh Mustafa Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf. Kegiatan itu dalam rangka Milad Kokam Pemuda Muhammadiyah ke-52, sekaligus hari jadi TNI ke-72.

Muhammad Saleh dalam kajian itu menyampaikan tentang bahaya komunis. Saleh mengatakan bahwa pemikiran komunis harus diwaspadai generasi muda bangsa saat ini, karena ajaran komunis itu sangat tidak cocok dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia.

“Pemikiran atau paham komunis itu tidak akan bisa terimplementasikan kalau tidak ada yangmenyetir,” ungkap Saleh.

Saleh mengatakanada tiga hal yang mampu menyetir paham dan pemikiran komunis itu sehingga terus tumbuh dan berkembang, yakni karena alasan balas dendam, bila masih ada ketidakadilan, dan bila ada penguasaan dari pihak lain untuk lahirnya neokolonialisme.

Saleh juga mengingatkan generasi muda untuk tetap waspada, karena ajaran komunis itu, sasarannya adalah generasi muda bangsa.

“Mari seluruh elemen generasi muda bangsa dan para mahasiswa untuk menangkal ajaran-ajaran yang tidak sesuai budaya bangsa Indonesia, sangat dibutuhkan persatuan dan kesatuan, sangat dibutuhkan silaturahim kebangsaan, dan sangat dibutuhkan kebersamaan karena inilah saatnya dibutuhkan bangsa Indonesia untuk maju dan bersaing dengan negara lain di dunia,” jelasnya.

Hadir pada kesempatan itu Rektor Unismuh Palu Rajindra, Sekretaris PWM PaluAmin Parakkasi, Ketua FUI Hartono M Yasin, para Wakil Rektor Unismuh Palu, dan pengurus organisasi otonom Muhammadiyah. (nisa)

Sumber: Fery El

 

Shared:
Shared:
1