Muhammadiyah Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Hingga Dirikan Koperasi di Pedalaman Kaltim

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 01 Oktober 2017 19:02 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BERAU – Sejak tahun 2016 Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah didukung Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia dan KEHATI secara aktif melakukan berbagai program pemberdayaan masyarakat di beberapa Kecamatan yang terletak di Kabupaten Berau Kalimantan Timur.

Pendampingan yang dilakukan mulai dari cara pembuatan pupuk organik KOCOR, pembibitan, perawatan tanaman, pengolahan  pasca panen.

Ketua MPM PP Muhammadiyah M. Nurul Yamin mengatakan MPM PP Muhammadiyah juga mengembangkan kelompok usaha bersama berupa koperasi yang akan menjadi ujung tombak dalam pemasaran hasil tanaman masyarakat, yang diantaranya terletak di Kampung Batu Rajang, Kampung Sidung Indah di Kecamatan Segah  serta Kampung  Long Keluh di Kecamatan Kelay. 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi langkah MPM PP Muhammadiyah dalam melakukan pemberdayaan di Kabupaten Berau, salah satunya yaitu dengan mendirikan koperasi untuk kemandirian ekonomi masyarakat.

“Muhammadiyah melalui MPM berbagi ilmu, dan  pengalaman untuk semua masyarakat, tanpa pandang bulu,” ujar Haedar saat meresmikan Koperasi Ilu Mudip Mading yang bertempat di Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau pada Ahad (1/10).

Haedar juga menyampaikan Muhammadiyah juga telah melakukan pemberdayaan bagi Suku Kokoda di Papua.  “Muhammadiyah saat ini memiliki empat perguruan tinggi, lembaga pendidikan dasar hingga menegah atas di Papua, hal ini dilakukan tanpa berfikir perbedaan agama, maupun ras,” ujar Haedar.

Muhammadiyah tidak beretorika soal pluralisme. “Muhammadiyah selalu berbuat  dengan prinsip sedikit bicara, banyak bekerja, dan dengan semangat mengedepankan jejak untuk kemaslahatan,” lanjut Haedar.

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa nilai kasih sayang harus ditumbuhkan dalam kehidupan berbangsa, tatkala banyak sikap egoisme yang merenggut kehidupan di masyarakat.

“Dengan adanya penguasaan kekayaan pada segelintir orang ini merupakan bukti hilangnya rasa berbagi yang dilandasi kasih sayang,” ucap Haedar.                       

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Asisten 1 Kabupaten Berau, Kepala BAPPEDA Kabupaten Berau, Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Berau, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Berau, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Berau, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Berau, dan juga jajaran Ortom Muhammadiyah Kabupaten Berau. (adam)

Shared:
Shared:
1