UM Purworejo Dorong Mahasiswa Kembangkan Ekonomi dan Bisnis Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 29 September 2017 11:24 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO - Forum Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (FORSEBI) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) selenggarakan diskusi untuk membedah pengetahuan terkait ekonomi dan bisnis Islam. Dikatakan Koordinator FORSEBI Ahmad Munajat bahwa kegiatan  yang dilakukan sebulan sekali ini memang fokus dengan pada ekonomi Islam.

“Forum studi ini ditujukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait belajar ekonomi Islam dan memasyarakatkan ekonomi untuk berbisnis dengan berdasarkan syariat Islam,” ungkap Ahmad pada Kamis (28/9) di Aula Lantai 3 Gedung Dakwah Muhammadiyah Purworejo.

Salah satu alumni UMP tersebut juga menjelaskan bahwa forum studi yang baru rilis pada bulan Juni lalu ini diperuntukkan untuk kalangan umum, bukan hanya mahasiswa yang dapat mengikuti tetapi terbuka bagi siapapun yang memiliki minat terhadap ekonomi Islam.

Diskusi pada kesempatan kali ini mengambil tema mengenai ‘Kreativitas Positif untuk Munculkan Bisnis Islami’ dengan pemateri dari anggota Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Purworejo Fajar Mahfuri.

Dalam materinya, Fajar menjelaskan mengenai dinamika bisnis sablon yang digelutinya selama kurang lebih 17 tahun, hingga usaha sablon yang diberi nama Mobi d`Clothing kini  telah mendapatkan keuntungan yang lebih.

“Mari sedini mungkin asah kreativitasnya. Syukur-syukur bisa jadi bisnis, kreativitas yang bernilai bisnis. Dengan kreativitas akan sangat membantu dalam bidang pendidikan. Sebab inovasi lahir lewat proses kreativitas,” ajak Fajar pada peserta diskusi rutin forum studi.

Ahmad mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya forum studi ini di bawah binaan MEK PDM Purworejo, akan mengagendakan diskusi rutin bulanan di lain kesempatan dan mengundang praktisi serta pakar. Selain itu juga akan dilakukan diskusi lintas organisasi, forum atau juga komunitas. Diakhir dari diskusi ini akan diadakan semacam usaha bersama sebagai bentuk nyata dari hasil diskusi yang telah dilaksanakan. (dila)

Kontributor: Akhmad Musdani

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1