Gubernur DIY Turut Kawal Pendirian Instalasi Pelayanan Jantung RS PKU Gamping

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 25 September 2017 15:10 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN – Gubernur DIY,  Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir hadir meresmikan Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu RS PKU Muhammadiyah Gamping pada Senin (25/9). Sejak awal pencanangan pendirian Instalasi Jantung ini Sri Sultan telah mendampingi hingga menemani dalam proses pembelajaran di Jerman beberapa waktu yang lalu.

Sri Sultan mengapresiasi pencapaian yang dicapai oleh RS PKU Muhammadiyah Gamping tersebut. Ia menyebutkan bahwa ini merupakan sebuah momentum kemajuan dan merupakan bagian dari ukhuwah islamiyah dimana RS PKU sebagai wadah bagi masyarakat untuk mencari pertolongan.

"Rumah sakit harus dikelola dan diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai kemanusiaan. Rumusan ini bukan sekadar kata-kata indah formalitas belaka, namun benar-benar wajib untuk sebuah rumah sakit,” ungkap Sri Sultan.

Sistem pelayanan kesehatan merupakan sesuatu yang pelik karena harus memadukan fungsi sosial dan bisnis. Seperti yang terjadi pada sistem BPJS yang memberikan kemudahan pada pasien namun dapat mengakibatkan defisit dalam pengelolaan dana operasional rumah sakit.

“Juga pada beban dokternya, karena di luar negeri seorang dokter bisa menangani sebanyak 1000 pasien namun di Indonesia angka pasien yang ditangani mencapai 2500. Karena itu kita membutuhkan sebuah regulasi yang dapat mengatur rumah sakit agar mampu menjalankan fungsi sosialnya," tutur Sri Sultan.

Sri Sultan menyebutkan pengadaan Pusat Pelayanan Jantung Terpadu ini merujuk kepada aturan PP Muhammadiyah yang menyebutkan bahwa rumah sakit pendidikan harus ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan medis, kompetensi calon dokter, dan juga sebagai wahana litbang iptek dokter.

"Rumah sakit pendidikan harus mengitegrasikan tugas struktural dan fungsionalnya. Karena dalam dekade yang akan datang tingkat masalah penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia akan menyamai negara maju. Padahal jantung memiliki peran yang vital bagi manusia, misalnya apakah mungkin bagi seorang pemimpin mampu memberikan keputusan apabila ia memiliki jantung yang lemah atau bagi seorang kepala keluarga untuk mencari nafkah,” ungkap Sri Sultan.

Untuk itu memelihara kesehatan jantung adalah sebuah hal yang menjadi keharusan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Tindakan preventif ini bisa kita lakukan sejak dini untuk mencegah diri kita terkena penyakit mematikan tersebut," papar Sri Sultan.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping, Ahmad Faesol menyebutkan bahwa pengadaan unit ini merupakan sebuah angan-angan yang sudah lama diharapkan dan akhirnya kini dapat diwujudkan. "Pusat pelayanan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementrian kesehatan Jerman sejak tahun 2014 lalu,” ujar Faesol.

Pendirian instalasi pelayanan jantung ini sendiri berkat kolaborasi dengan Münster University di Jerman untuk mempelajari hal-hal terkait pengadaan unit.

“Uji kesesuaian dan uji fungsi sudah dilaksanakan oleh Universitas Indonesia (UI) dan alhamdulillah pusat pelayanan kita memenuhi persyaratan untuk beroperasi. RS PKU Muhammadiyah Gamping ini juga merupakan wadah pendidikan dan praktek bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sesuai dengan amanah dari PP Muhammadiyah," pungkas Faesol.  (Syifa)

Shared:
Shared:
1