Bermula Sebagai Penjual Bensin, Irsyad Mampu Lulus dengan Predikat Cumlaude

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 23 September 2017 17:13 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOKERTO - Irsyad Sidik pria kelahiran Pemalang, 26 September 1990 silam ini telah berhasil  menjadi wisudawan dengan predikat cumlaude.

Selama empat tahun mengenyam pendidikan di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sebagai Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Irsyad tak patah arang dan berhasil meraih predikat lulusan terbaik FAI dengan IPK cumlaude 3,7.

Selain menjadi mahasiswa berprestasi Irsyad juga tengah menekuni bisnisnya, mendirikan Pom bensin mini. “Sudah satu tahun bersama kakak membuka POM Bensin mini di Belik,” ujar Irsyad, ketika ditemui kotributor Muhammadiyah.or.id, pada Rabu (20/9).

Irsyad pada awalnya tidak pernah menyangka akan berhasil mendapatkan predikat lulusan terbaik FAI. “Saya bersyukur atas capaian ini, karena tentunya itu menjadi harapan semua orang,” ucapnya.

Menurut Irsyad, prestasi tidak hanya ditentukan dari IPK tinggi. Ia berpendapat, ada aspek lain yang perlu diperhatikan. “Kalau IPK identik dengan intelektual, maka ada aspek lainnya seperti spritual, emosional dan lainnya,” ungkap Irsyad.

Untuk mendapat itu semua, Irsyad memiliki kiat-kiat untuk bisa mencapai IPK cumlaude. Yakni membuat target yang dibarengi dengan kesungguhan. “Kuliah itu jangan dijadikan sebatas rutinitas belaka, perlulah ada target, kesungguhan,” tandasnya.

Selain itu, ia menuturkan untuk selalu belajar lebih, harus mencintai program studi. “Belajar jangan hanya terpaku pada kurikulum atau silabus, upayakan untuk menguasai bab lainnya,” jelas Isyad.

Pada akhirnya, manusia itu punya banyak keterbatasan. Kesungguhan, membuat target, berupaya belajar lebih, menumbuhkan cinta, namun sukses itu pekerjaan Allah swt. “Kita sudah berusaha, tetapi jangan pernah lupakan doa. Karena bagi Allah itu mudah,” tuturnya.

Pasca kuliah Irsyad memilih untuk kembali ke Belik dimana kota ia tinggal untuk menekuni usahanya dan mengembangkan Muhammadiyah di sana. “Menggiatkan kembali Muhammadiyah dengan terlibat aktif di Lazismu dan PCM di daerah Belik,” tandasnya.

Kontributor: Tegar Roli

 

Shared:
Shared:
1