Pendidikan Islam Harus Berkontribusi dalam Kemasyarakatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 19 September 2017 09:18 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA -  Pola pikir seseorang dalam menyelesaikan masalah adalah salah satu pertanda seseorang itu terdidik. Hal itu disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Sukadiono dihadapan ratusan mahasiswa Pasca Sarjana UM Surabaya dalam acara Orientasi Dinamika Kampus (ORDIK) dan Kuliah Umum, pada Ahad (17/9).

“Proses pengambilan keputusan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan dalam era digital seperti ini, dan saya berharap pendidikan yang digagas oleh UM surabaya sebagai kampus sejuta inovasi yang mampu memberikan jawaban pada masyarakat tentang mencetak manusia manusia terdidik,” tandas Sukadiono dalam sambutannya yang bertempat di Gedung F 202-203 UM Surabaya.

Moch Tholcah selaku narasumber dalam Kuliah Umum tersebut menyampaikan, bahwa pendidikan Islam di era globalisasi saat ini sedang mengalami tantangan, diantaranya dalam bidang budaya, rendahnya sosial kapital dan sebagainya.  

Sebagai solusinya, lanjut Tholcah, Pendidikan Islam harus berkontribusi dalam berbagai hal terutama dalam hal kemasyarakatan. “Kontribusi Islam di Indonesia dibagi menjadi dua bagian besar yaitu character building contribution yang mengarah pada pembentukan karakter good man, spiritual character, dan militan character, sedangkan perennial system contribution mengarah pada bentuk pembelajaran tradisional yang mengabadi,” jelasnya.  

Turut hadir dalam acara tersebut Abdul Hadi Direktur Pasca Sarjana, juga Ketua Prodi setiap jurusan. Selain itu, ada tiga jurusan pasca sarjana yang dibuka di UM Surabaya, diantaranya Pendidikan Islam, Hukum ekonomi syariah dan Bahasa Sastra Indonesia. (tuti)

Kontributor : Irvan Shaifullah  

 

Shared:
Shared:
1