Aher: Pengusaha Adalah Makhluk Tuhan yang Terpuji

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 14 September 2017 10:52 WIB

Berita Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG – Perintah shalat yang dituangkan dalam ayat Al-Quran selalu bergandengan dengan perintah zakat. Sementara zakat merupakan perintah akhir, sedangkan awal dari itu adalah bagaimana seseorang bisa mendapatkan harta dengan cara yang benar dan ketika cara mendapatkannya benar dan telah mencapai nisab maka harus ada kewajiban yang ditunaikan yakni membayar zakat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Aher, saat memberikan sambutan selamat datang kepada peserta Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyahdan Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung, Rabu (13/9).

“Kaum muslimin termasuk warga Muhammadiyah harus memahami bagaimana caranya supaya kita semua bisa melaksanakan perintah akhir itu, nah kalau kita ingin melaksanakan perintah akhir maka perintah awalnya kita laksanakan baik-baik, karena agama tidak pernah mengajarkan kemiskinan, agama itu mengajarkan kesentosaan, kesejahteraan dan kebahagiaan,” kata Aher.

Dunia usaha merupakan sebuah cara untuk menghadirkan nilai lebih dalam perdagangan sebagai upaya untuk meraih keuntungan, dari keuntungan itulah kemudian ada zakat, dan zakat sesungguhnya dilakukan untuk masyarakat tidak mampu supaya suatu hari nanti bisa berzakat.

Menurut Aher pengusaha adalah makhluk tuhan yang terpuji, karena seorang pengusaha mempunyaidua keistimewaan. Selain bisa menyelesaikan urusan dirinya sendiri, dia juga bisa menyelesaikan urusan orang lain dengan dibukanya lapangan pekerjaan dari usaha yang ia miliki.

“Maka kita harus mendorong anak-anak kita menjadi pengusaha yang dapat mengolah sumber daya alam kita dengan baik. Dengan mengolah sumber daya alam dari hulu ke hilir maka terjadi denyut ekonomi sehingga lapangan kerja terbuka, pengangguran terserap sebagai tenaga kerja dan pada saat yang sama proses ekonomi hulu – hilir itu melahirkan nilai tambah. Maka saya katakan hulu hilir sangatlah penting, itulah makna tijaroh dalam bahasa Al-Quran dan hadis Nabi Muhammad SAW,”  tutur Aher.

Terakhir Aher menyampaikan,ketika para pengusaha sukses, maka kemudian kesuksesannya itu ditandai dengan berzakat dan zakat inilah merupakan sebuah mekanisme ilahiah untuk melakukan pemberdayaan.

“Kalau pajak sangat dibutuhkan negara, negara jalan karena pajak, karena pajak diperuntukan untuk segala hal terkait kemajuan sebuah negara tapi kalo zakat peruntukannya hanya satu yakni pemberdayaan fakir miskin. Maka saudagar Muhammadiyah kalau sudah berhasil nanti jangan lupa zakatnya kepada Lazis Muhammadiyah,” pungkas Aher. (raipan)

 

Shared: