Resep Diktilitbang PP Muhammadiyah Menjaga Mutu PTM

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 06 September 2017 11:27 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) banyak tersebar di Indonesia, masing-masing PTM selalu ingin meningkatkan mutu dan kualitasnya terutama dalam hal akreditasi. Dan hal tersebut tidak lepas dari peran Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memiliki program kerja yang dikelompokkan menjadi empat program besar, yang terbagi dalam beberapa bidang.

Pertama, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memiliki program kerja dalam bidang akademik. “Bidang akademik saat ini menjadi bidang yang paling sibuk di Diktilitbang,” ujar Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, ketika ditemui pada Rabu (6/9).

Bidang akademik Diktilitbang memiliki tugas meningkatkan kualitas dan kuantitas perguruan tinggi. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga bertugas mengawasi dan membina PTM dalam proses akreditasi, tercatat ada 167 PTM yang didampingi oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

“Selain akreditasi, Diktilitbang juga sangat memperhatikan mutu PTM. Diktilitbang dibantu oleh 31 orang yang tergabung dalam tim asistensi. Tim asistensi ini lah yang keliling ke PTM untuk mendampingi di bidang akademik termasuk pelatihan-pelatihan yang terkait di bidang tersebut,” terang Sayuti.

Kedua, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memiliki tugas untuk mengembangkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

“Tugas AIK ini merupakan tantangan besar untuk Diktilitbang karena identitas PTM dan mahasiswa Muhammadiyah dilihat bagaimana akhlaknya, baik atau tidak, sesuai atau tidak dengan ajaran Muhammadiyah,” jelas Sayuti.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memiliki program membuat buku AIK untuk umum. “AIK bisa dikatakan normal atau tidak normal. Contohnya PTM yang mahasiswa nya mayoritas muslim itu AIK nya normal tetapi ada PTM yang mayoritasnya non muslim dan muslimnya hanya sekitar 20% saja, yang seperti itu bagaimana mau diajari Kemuhammadiyahan nya?,” ujar Sayuti.

Ketiga, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah memiliki program kerja dalam bidang riset.

“Kalau kampus dikategorikan dalam cluster penelitian atau level akreditasi penelitian. Level akreditasi penelitian terbagi menjadi empat yakni mandiri, utama, madya dan binaan. Level binaan itu level yang paling rendah tetapi masih banyak PTM yang belum termasuk dalam level tersebut sehingga Diktilitbang perlu meningkatkan kinerja riset baik dosen maupun lembaga,” jelas Sayuti.

Keempat, ada bidang yang disebut tata kelola dalam program kerja Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. “Program ini melihat bagaimana pengelola PTM mengelola keuangan, accountable atau tidak, amanah atau tidak,” terang Sayuti.

Bidang tata kelola juga memiliki tugas dalam hal mengembangkan kualitas kepemimpinan. “Dalam tata kelola kepemimpinan itu dilihat apakah PTM memiliki rektor-rektor yang kinerjanya bagus,” ujar Sayuti.

Diluar program kerja unggulan yang dimiliki, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah berharap bisa selalu memajukan dan menjaga mutu PTM.

“Meskipun sulit tetapi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah selalu berusaha untuk memberikan kinerja yang terbaik agar PTM selalu terjaga mutu dan kualitasnya, tugas kami selalu mendampingi dan mengawasi,” tutup Sayuti. (Fika Farhana)

Shared:
Shared:
1