Bagaimana Lafadz Takbir dalam Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha ?

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 30 Agustus 2017 16:22 WIB

Takbir Hari Raya ini telah menjadi Keputusan Musyawarah Nasional Tarjih ke-20 tahun 1396 H / 1976 M di Garut Jawa Barat. Namun demikian, secara singkat Tim Fatwa Tarjih tegaskan kembali disini sekedar untuk memberi informasi ringkas tentang masalah takbir idul fitri dan idul adha tersebut.

1. Tuntunan takbir yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw menurut Muhammadiyah adalah sebagai berikut:

atau

Dalam dua lafadz di atas jelas bahwa jumlah bacaan takbir pada permulaan lafadz adalah dua kali.

2. Tentang tambahan bacaan kabiran wal hamdu lillahi katsiran dan seterusnya, kami belum menemukan dalil yang khusus bahwa ada tambahan lafadz dalam lafadz takbir idul fitri dan idul adha. Majelis Tarjih dan Tajdid memandang bahwa lafadz takbir hari raya adalah bagian dari ibadah mahdlah, sehingga ketentuannya harus dikembalikan kepada dalil-dalil dari as-sunnah al-maqbulah. Oleh sebab itu dalam bertakbir tidak perlu ada tambahan lafadz selain dua lafadz di atas.

3. Tidak ada ketentuan yang pasti tentang kapan saja takbir dikumandangkan. Oleh sebab itu, yang dipedomani adalah anjuran memperbanyak takbir. Adapun waktunya dapat dilakukan kapan saja yang memungkinkan asal masih di dalam batas waktu yang diperintahkan; untuk idul fitri mulai terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadan sampai salat Id ditegakkan; dan untuk Idul Adha adalah sesudah salat Subuh pada hari ‘Arafah sampai akhir hari Tasyriq.

Sumber : http://www.fatwatarjih.com/2011/07/takbir-idul-fitri-dan-idul-adha.html

Shared:
Shared:
1