Sri Sultan HB X Inginkan Olimpiade Perguruan Muhammadiyah tidak Sekedar Masalah Medali

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 23 Mei 2012 17:48 WIB

 

YOGYAKARTA – Panitia Olimpiade Perguruan Muhammadiyah se-Indonesia terdiri dari Drs Syamsury, MM (Wakil Ketua), Dimas Ario Sumilih, SPd (Sekretaris II), Affan Safani Adham (Humas), Gondo Hadiningrat dan Drs. Suarno (Sie Katup), Rizal, Tito, dan Syahid (Sekretariat Panitia) didampingi Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY dr H Agus Taufiqurrahman, Sp.S, M.Kes dan H Herry Zudianto, SE, Akt, MM (Bendahara PWM DIY/Mantan Walikota Yogyakarta), mengadakan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (22/5), di Kepatihan Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut Sultan menginginkan agar para juara olimpiade tidak sekadar diberi medali terus selesai. “Tapi diberi kesempatan untuk melakukan dialog dengan pemegang kebijakan pendidikan Muhammadiyah,” jelasnya. menurut Sri Sultan, warga Muhammadiyah juga harus berpartisipasi agar memberi motivasi kepada peserta olimpiade untuk maju dan lebih beradab. “Momentum seperti ini jangan sampai diambil daerah lain,” harap Sultan HB X. Sri Sultan menegaskan bahwa, partisipasi perguruan dasar, menengah dan pendidikan tinggi Muhammadiyah sangat perlu untuk mendukung kegiatan itu. “Para peserta yang berprestrasi bisa diberi kemudahan dalam melanjutkan pendidikannya,” jelasnya.

Sementara itu ketua umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Agus Taufiqurrahman dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Olimpiade Perguruan Muhammadiyah se-Indonesia dengan tema Membangun Sinergi, Mewujudkan Visi Misi untuk Bangsa yang Unggul dan Beradab,  akan berlangsung pada tanggal 10-12 Juli 2012. Pembukaan acara tersebut akan didahului dengan pawai ta’aruf Perguruan Muhammadiyah pada 8 Juli 2012 yang rencananya akan dilepas Menko Perekonomian RI Ir M Hatta Radjasa di Stadion Kridosono, dengan panggung kehormatan ada di depan Gedung PP Muhammadiyah Jalan KHA Dahlan Yogyakarta. “Semoga tugas besar yang diemban Muhammadiyah ini mendapat dukungan dan fasilitas dari Pemerintah Provinsi DIY,” kata Agus Taufiqurrahman sambil menambahkan kegiatan itu bagian dari revitalisasi pendidikan Muhammadiyah yang unggul dalam moral dan intelektual.

Agus Taufiqurrahman mengungkapkan, banyaknya jumlah perguruan Muhammadiyah itu tentu menjadi kebutuhan dasar untuk selalu dilakukan pembinaan secara terus-menerus. “Salah satu kegiatan yang dapat dijadikan sarana pembinaan itu adalah olimpiade,” tandasnya. (mac)

 

Shared:
Shared:
1