Presiden Kosovo Terima Kunjungan Din Syamsudin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 18 Mei 2012 21:17 WIB

Pristina, Kosovo - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin, kemarin (17/5) diterima oleh Presiden Kosovo Atifa Yahya di kantor Kepresidenan di Pristina. Din Syamsudin yang pada saat itu berada di Pristina untuk berbicara di konferensi tentang dialog antarperdaban. Pada kesempatan bertemu dengan Presiden Kosovo, Din menyatakan dukungan Muhammadiyah bagi kemerdekaan Kosovo atas dua alasan, pertama sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan penjajahan harus dienyahkan dari muka bumi, juga alasan subyektif bahwa 96% rakyat Kosovo adalah Muslim. Kosovo merdeka dari Serbia 4 tahun yang lalu. Din Syamsudin berharap Pemerintah Republik Indonesia (RI) segera memberi pengakuan terhadap kemerdekaan Kosovo, karena tidak ada alasan untuk menolaknya.

Din juga menyatakan Muhammadiyah ingin menjalin kerjasama dengan rakyat Kosovo, Muhammadiyah akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Kosovo yang ingin kuliah di Universitas-universitas Muhammadiyah. Presiden Atifa Yahya sambut baik tawaran tersebut, dan menyatakan ingin berkunjung ke Indonesia. Presiden Atifa juga berharap Pemerintah RI dapat memberi pengakuan terhadap kemerdekaan Kosovo, mengingat posisi Indonesia di dunia Islam maka akan diikuti oleh Negara-negara lain. Sampai saat ini sudah ada 90 negara beri pengakuan terhadap Kosovo, seperti Amerika Serikat, Negara-negara di Eropa, dan 30-an negera Islam.

Rencananya setelah dari Kosovo, Din Syamsudin akan melanjutkan perjalanan ke Nigeria untuk ikut misi perdamaian yang diprakarsai Gerakan Common World dan World Council of Churdhes. Gerakan itu akan dihadiri dari 5 tokoh Islam dan 5 tokoh Kristen. Sementara itu Din Syamsudin akan mewakili Islam di Asia.(dzar)

Shared:
Shared:
1