IFLS: Muhammadiyah Miliki Peran Besar dalam Dakwah Kesehatan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 14 Agustus 2017 08:57 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi terbatas tentang data Indonesia Family Life Survey (IFLS) dalam kaitannya dengan peta umat dan dakwah islam pada Sabtu (12/8) di Aula kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta.

Muhammad Sayuti, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi upaya dikusi dan koordinasi untuk membuat peta dakwah di Muhammadiyah yang dikaitkan dengan aspek-aspek berdasar survei oleh IFLS.

Kegiatan yang mengambil topik IFLS dan Peta Umat Islam Indonesia ini diisi oleh Elan Satriawan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM. Elan mengatakan bahwa data menjadi hal penting untuk mengetahui penyusunan strategi, termasuk dalam konteks dakwah.

“Pada hakikatnya, dakwah bukan hanya berhenti di ruhiyah saja, namun lebih dari itu juga mencakup hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, dakwah punya peran dalam itu,” ungkap Elan.

Lebih lanjut  Elan menuturkan bahwa perihal dakwah, Muhammadiyah bukan sekedar menyerukan dakwah amar makruf nahi munkar tapi juga menyediakan pemberdayaan dari segi kesehatan, pendidikan dan lain lain.

“Karena pembangunan umat bukan menyangkut ruhiyah saja, kalau berbicara dakwah itu harus menyentuh seluruh aspek dan umah, karena seluruh aspek bisa dijadikan bahan dakwah,” tambahnya.

Melihat fenomena saat ini misalnya stunting atau mal nutrisi akut, hampir 9 juta anak di Indonesia mengalami stunting, NTT menjadi provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi karena mencapai lebih dari 50%. Hal tersebut berdasarkan data dari RISKEDAS dan proyeksi populasi BPS. Menurut Elan, Muhammadiyah bisa mengambil peran dalam menangani stunting, melalui kampanye dengan teknik dakwah.  

“Muhammadiyah bisa turut serta memberikan solusi karena sebagai organisasi yang dekat dengan masyarakat, bisa melalui dakwah dan kampanye oleh Muhammadiyah dari majelis atau lembaga yang bersangkutan dan memiliki kepentingan atau visi yang sama, ini menunjukan bahwa Muhammadiyah bisa ambil peran dalam apapun termasuk kesehatan,” tutup Elan.  (nisa)

 

Shared:
Shared:
1