Semangat Ramanda Moeslimin Telah Menginspirasi Kader HW

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 Agustus 2017 13:35 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA– Kwartir Pusat Hizbul Wathan (HW) tengah berduka, salah satu kader terbaiknya tutup usia pada Ahad (6/8). Ia adalah Ramanda Moeslimin, pria kelahiran Surabaya ini meninggal pada usia 81 tahun karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

Moeslimin adalah salah satu Ketua Kwatir Pusat Pandu Hizbul Wathan Muhammadiyah yang aktif sejak tingkat athfal. Menurut Bazaar, Sekretaris Umum HW, Kwartir Pusat dan seluruh pandu HW merasa sangat kehilangan tokoh yang selama ini selalu menginspirasi dan istiqomah berjuang bersama HW dan Muhammadiyah.

“Beliau di usianya yang tidak muda lagi telah menginspirasi dan memberi motivasi pada kader muda HW di seluruh Indonesia,” ujar Bazaar, ketika dihubungi pada Senin (7/8).

Selain itu, menurutnya, Moeslimin mempunyai jargon yakni NTNT (Niat Tandang Niat Tandang) yang artinya jika kita sudah memiliki niat yang kuat maka harus segera dilaksanakan dan tidak perlu banyak bicara.

“Jargon itu sangat melekat pada kami dan semua kader, beliau itu selalu mengamalkan jargonnya setiap kali ada pertemuan apa yang harus dikerjakan maka langsung dikerjakan,” jelasnya.

Bazaar berpesan, hal lain yang perlu dicontoh dari Ramanda Moeslimin adalah sikapnya yang tidak pernah njagakke (bergantung pada orang lain) dan mengerjakan semuanya sendiri dan tidak pernah merepotkan orang lain.

Sementara itu, Muchdi Purwopranjono, Ketua Umum Kwartir Pusat HW menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya Moeslimin. “Saya pribadi dan kwartir pusat jelas merasa kehilangan sosok beliau yang berbeda dari yang lain,” kata Muchdi.

Ia bersama para kader mendoakan agar Moeslimin khusnul khotimah dan dimudahkan jalannya disisi Allah SWT. “Ia (Moeslimin) adalah salah satu kader terbaik yang super aktif,” imbuhnya.

Muchdi juga mengatakan pengabdian Moeslimin untuk HW menjadi kenangan, dan berharap kedepannya HW makin berkembang dalam memasuki usia yang ke 100 tahun.

“Harapannya, kader-kader HW juga akan terinspirasi dengan perjuangan Moeslimin. Lebih berpartisipatif lagi dalam membangun HW yang akan memasuki usia ke 100,” tutupnya. (Syifa)

Shared:
Shared:
1