Gus Sholah Singgung Soal Islam dan Indonesia di Pengajian PP Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 05 Agustus 2017 12:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Salahuddin Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Sholah menjadi pembicara pada penganjian bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengusung tema Islam dan Indonesia: Mencari Format dan Strategi Baru, Jumat (4/8) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat. Dalam paparannya Gus Sholah menyinggung soal Islam dan Indonesia dalam sudut pandang pendidikan.  

Beliau mengemukakan bahwa pendidikan Islam saat ini jauh tertinggal oleh yang lannya, padahal pendidikan Islam merupakan pendidikan tertua di Indonesia dan ada sejak dulu sebelum pendidikan umum yang dikelola oleh Belanda.

Mutu sekolah islam tertinggal, dari 100 sekolah SMA dan Aliyah terbaik berdasarkan hasil UNBK, hanya ada 2 Aliyah dan 1 SMA Islam, sementara 42 diisi oleh SMA Negeri dan sisanya sekolah Kristen dan Katolik. Hal ini membuktikan bahwa ketertinggalan sekolah atau lembaga pendidikan islam sungguh sangat luar biasa.

“Kita sadar ketertinggalan kita itu sudah sangat luar biasa dibanding negara-negara lain, bahkan umat yan lain. Namun kita telah melakukan upaya yang luar biasa untuk mengejar ketertinggalan itu dan akan memberikan dampak yang sangat positif bagi kemajuan umat islam,” papar Gus Solah.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang ini mengatakan bahwa Nahdatul Ulama di Tebu Ireng dan Muhammadiyah di Sragen sudah mendirikan sekolah Islam Trendsains untuk menciptakan ilmuan-ilmuan yang handal di bidang sains Islam. Dalam hal ini maka Muhammadiyah dan NU serta organisasi Islam lain harus bekerja keras mengejar ketertinggalan dalam pendidikan Islam dengan pendidikan Non-Islam.

“Kita harus menguatkan pendidikan Islam untuk menyiapkan generasi kita berpuluh-puluh tahun ke depan. Ekonomi Islam perlu menjadi bidang garapan umat Islam ke depan. Saat ini sudah banyak pondok pesantren yang sukses dalam bisnis mengembangkan amal usaha. Agar bisa bersaing dengan ekonomi kapitalis,” kata mantan anggota MPR ini.

Hal itu menurut Gus Solah penting untuk dipertimbangkan agar kedepannya umat islam dapat meningkatkan perannya secara signifikan. Politik tentu perlu, akan tetapi di luar itu itu juga perlu, karena kalau seseorang menguasai bidang politik tentu tidak otomatis ia menguasai bidang ekonomi. (raipan)

Shared:
Shared:
1